Info Bisnis

Begini Kinerja Ekspor Impor Banten pada April 2022

BISNISBANTEN.COM — Pada April 2022 lalu, perkembangan ekspor Banten naik 1,78 persen menjadi US$ 1,44 miliar. Sementara perkembangan impor turun 9,00 persen menjadi US$1,68 miliar.

Nilai ekspor Banten April 2022 naik 1,78 persen dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu dari US$1,41 miliar menjadi US$1,44 miliar.

Ekspor nonmigas April 2022 mengalami peningkatan 1,27% menjadi US$1,43 miliar dibandingkan bulan sebelumnya.

Advertisement

Nilai ekspor nonmigas terbesar pada April 2022 berasal dari golongan barang alas kaki (HS 64) yaitu mencapai US$263,46 juta.

Sementara negara tujuan ekspor nonmigas terbesar April 2022 adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor US$250,99 juta.

Ekspor nonmigas April 2022 mengalami peningkatan pada sektor industri pengolahan serta sektor pertambangan dan lainnya, sedangkan sektor pertanian menurun bila dibandingkan bulan sebelumnya.

Nilai ekspor Banten April 2022 tertinggi melalui Pelabuhan Tanjung Priok yang mencapai US$1,04 miliar.

Secara rinci, nilai impor Banten April 2022 turun 9,00 persen dibanding bulan sebelumnya, yaitu dari US$1,85 miliar menjadi US$1,68 miliar.

Impor migas pada April 2022 yang turun 2,04 persen dari US$696,60 juta pada bulan sebelumnya menjadi US$682,68 juta. Sebanding dengan migas, pada komoditi nonmigas yang terjadi penurunan nilai impor sebesar 13,20 persen menjadi US$1,00 miliar jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Nilai impor nonmigas terbesar April 2022 berasal dari golongan bahan kimia organik (HS 29) yang mencapai US$304,27 juta.

Negara pemasok barang impor nonmigas terbesar pada April 2022 adalah Singapura dengan nilai impor sebesar US$102,96 juta.

Nilai impor menurut golongan penggunaan barang April 2022 dibandingkan bulan sebelumnya mengalami peningkatan nilai impor pada golongan barang konsumsi, sedangkan penurunan nilai impor pada bahan baku/penolong dan barang modal.

Dilihat dari pelabuhan bongkar, nilai impor terbesar untuk April 2022 berasal dari Pelabuhan Merak yang mencapai US$974,02 juta. (susi)

Advertisement
bisnisbanten.com