Begini Kinerja Belanja Negara di Provinsi

BISNISBANTEN.COM — Hingga 31 Juli 2024, kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tetap terjaga dan mengalami pertumbuhan positif, dengan realisasi telah mencapai
Rp950,7 miliar atau 86,40% dari target dan mengalami pertumbuhan sebesar 10,02% year on year. Ini diungkapkan Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten Suska saat Konferensi Pers Alco Regional Provinsi Banten, Senin (19/8).
Kinerja PNPB ini ditopang oleh Pendapatan Pelayanan Pertanahan, Jasa Kepelabuhanan, Pendapatan Paspor, Pendapatan Jasa Pelayanan Pendidikan dan Jasa Pelayanan Rumah Sakit.
Selanjutnya, dari sisi belanja negara sampai dengan 31 Juli 2024 terealisasi sebesar Rp15,56 triliun atau 55,39% dari pagu dan mengalami pertumbuhan sebesar 6,39% (yoy). Kontribusi realisasi belanja negara terbesar berasal dari belanja TKD sebesar Rp10,14 triliun, kemudian belanja K/L sebesar Rp5,41 triliun.
Untuk seluruh jenis Belanja K/L di Provinsi Banten sampai dengan 31 Juli 2024 mengalami pertumbuhan positif, kecuali belanja modal yang mengalami kontraksi sebesar 27,10%.
Hal ini disebabkan karena terdapat penurunan pagu belanja modal yang cukup signifikan untuk tahun 2024 pada satker tertentu.
Terkait hibah, total pendapatan hibah yang diterima oleh satuan kerja vertikal sampai dengan 31 Juli 2024 sebanyak 42 hibah dengan total nilai sebesar Rp108,29 miliar. Hibah tersebut digunakan untuk menunjang kegiatan pemilihan kepala daerah dan pencapaian Program Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN.
Suska menjelaskan, Kinerja penyaluran Transfer Ke Daerah (TKD) sampai dengan 31 Juli 2024
telah tersalurkan sebesar Rp10,14 triliun atau 57,33% dari total alokasi TKD dan tumbuh sebesar 2,62%. Secara umum untuk semua jenis TKD mengalami pertumbuhan positif, kecuali jenis TKD DAK Fisik yang mengalami kontraksi sebesar 9,80% dan DAK Non Fisik juga mengalami kontraksi sebesar 30,50%. Untuk DAK Fisik, disebabkan masih dilakukan proses lelang dan terdapat kendala pemenuhan persyaratan pelaksanaan DAK Fisik pada bidang tertentu.
Kementerian Keuangan juga memiliki misi khusus dalam mengawal penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Kredit Ultra Mikro (UMi). Sampai dengan 31 Juli 2024 penyaluran KUR
tumbuh positif 16,92% dan penyaluran Umi tumbuh melambat 6,45%. Penyaluran KUR dan UMi terbesar berada di Kabupaten Tangerang masing-masing sebesar Rp892,79 miliar dan Rp83,65 miliar.
Sedangkan KUR dengan skema mikro dan KUR berdasarkan sektor perdagangan besar dan
eceran merupakan kelompok penyaluran KUR terbesar dengan nilai penyaluran masing-masing sebesar Rp1,79 triliun dan Rp1,96 triliun.
Selanjutnya terkait dengan kinerja APBD Banten sampai dengan 31 Juli 2024, pendapatan
daerah mengalami kontraksi sebesar 0,29% dan belanja daerah mengalami pertumbuhan positif
sebesar 14,81%. TKD yang telah disalurkan ke Provinsi Banten sampai dengan 31 Juli 2024
sebesar Rp10,14 triliun atau sebesar 48,05% dari total Provinsi Banten. (susi)









