Ekonomi

Begini Kinerja APBN Provinsi Banten Periode Hingga 31 Desember 2025 Berkinerja Baik

BISNISBANTEN.COM Secara keseluruhan kinerja APBN Provinsi Banten sampai dengan 31 Desember 2025 berkinerja baik, seperti yang disampaikan oleh para pimpinan Kemenkeu Satu Regional Banten yakni

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten Lisbon Sirait, Kepala Kanwil DJP Banten Aim Nursalim Saleh, Kepala Bidang Kepabeanan dan Cukai Kanwil DJBC Banten Agustyan Umardani, dan Kepala Kanwil DJKN Banten dan Djanurindro Wibowo.

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Banten Lisbon Sirait mengungkapkan, Kinerja Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sampai dengan 31 Desember 2025, tumbuh sebesar 9,80% dengan realisasi mencapai 149,15% di atas realisasi Nasional sebesar 104,00% dari target. Kinerja PNPB ini ditopang oleh Pendapatan Pelayanan Pertanahan, Jasa Kepelabuhanan, Pendapatan Paspor , Pendapatan Jasa Pelayanan Pendidikan dan Jasa Pelayanan Rumah Sakit.

Advertisement

Selanjutnya, Dari sisi belanja negara sampai dengan 31 Desember 2025 mengalami kontraksi sebesar 2,5% dengan realisasi sebesar 96,28% diatas realisasi Nasional sebesar 95,30% dari target. Realisasi belanja negara terbesar berasal dari belanja TKD sebesar Rp18,72 triliun atau 97,61% diatas realisasi Nasional sebesar 92,30% dari target, dan realisasi belanja K/L sebesar Rp9,19 triliun atau 93,67% di bawah realisasi Nasional sebesar 129,30% dari target.

Lisbon menegaskan, jenis Belanja Pegawai dan Belanja Bansos sampai dengan 31 Desember 2025, mengalami pertumbuhan positif, sedangkan Belanja Modal dan Belanja Barang mengalami kontraksi sebesar 3,01% dan 33,27%. Realisasi Belanja Pegawai telah mencapai 98,80%, sementara realisasi Belanja Barang dan Belanja Modal yang masing-masing sebesar 88,83% dan 91,36%, yang dipengaruhi berakhirnya kegiatan pelaksanaan dan pengawasan Pemilu 2024 serta kebijakan efisiensi anggaran. Sementara untuk realisasi Belanja Bansos sebesar 99,85% utamanya untuk Bantuan PIP/KIP Kuliah dengan yang alokasinya pada Kementerian Agama.

Kinerja penyaluran Transfer Ke Daerah (TKD) sampai dengan 31 Desember 2025 tumbuh sebesar 4,72% dan telah tersalurkan sebesar Rp18,72 triliun atau sebesar 97,61% di atas realisasi Nasional sebesar 92,30% dari target. Jenis TKD: Dana Alokasi Umum, Dana Bagi Hasil dan DAK Non Fisik mengalami pertumbuhan positif, sementara DAK Fisik, Dana Desa, dan Insentif Fiskal mengalami kontraksi. Hal ini disebabkan antara lain turunnya pagu anggaran, terdapat kegiatam DAK Fisik yang tidak dilaksanakan, dan adanya kebijakan evaluasi dana desa non earmark.

Terkait hibah, total pendapatan hibah yang diterima oleh satuan kerja vertikal sampai dengan 31 Desember 2025 sebanyak 76 hibah dengan total nilai sebesar Rp420,63 miliar. Hibah tersebut digunakan untuk menunjang pencapaian program pada Kementerian Agama, POLRI, Kejaksaan Agung RI dan Mahkamah Agung RI.

Lisbon juga menjelaskan kinerja APBD Banten sampai dengan 31 Desember 2025, pendapatan daerah tumbuh sebesar 3,32 %, sementara Belanja Daerah terkontraksi sebesar 4,47%. TKD yang telah disalurkan ke Provinsi Banten sampai dengan 31 Desember 2025 sebesar Rp18,72 triliun atau sebesar 48,25% dari total pendapatan Banten.

Advertisement
bisnisbanten.com