Bandung bjb Tandamata Siap Jaga Percaya Diri Para Pemain Usai Takluk 0-3 Dari JPE

BISNISBANTEN.COM — Bandung bjb Tandamata harus mengawali putaran kedua babak reguler Proliga 2026 dengan kekalahan. Hal itu terjadi setelah tim bolavoli kebanggaan Jawa Barat tersebut dipaksa menyerah 0-3 (17-25, 20-25, 18-25) dari Jakarta Pertamina Enduro (JPE) di GOR Tri Dharma, Gresik, Jawa Timur, Minggu (01/02/26). Hasil itu membuat Bandung bjb Tandamata masih tertahan di urutan keempat klasemen sementara kelompok putri.
Dari tujuh pertandingan yang sudah dilakoni, anak-anak asuh Risco Herlambang Matulessy itu mengumpulkan total sembilan poin dari tujuh pertandingan. Mereka hanya unggul rasio set kemenangan dari Jakarta Popsivo Polwan (JPP) di urutan kelima. Alasan itulah yang membuat Risco selaku Pelatih Kepala Bandung bjb Tandamata tetap optimis menatap perjalanan tim asuhannya untuk memenuhi target awal, lolos ke final four. “Sekarang saya harus bisa menjaga para pemain agar tetap fokus pada pertandingan berikutnya. Kalau perubahan pemain pasti ada tapi saya tidak bisa menyebutkannya di sini,” kata Risco, usia pertandingan.
Ia juga mengatakan sudah siap untuk menatap laga berikutnya melawan Jakarta Electric PLN (JEP) di Malang, Sabtu (07/01/26) mendatang. Namun ia belum mau membeberkan strategi apa saja yang akan ia persiapkan.
Menurutnya, ia masih harus berkoordinasi dan melihat kondisi para pemain setelah pertandingan melawan JPE. Lebih lanjut, Risco juga mengatakan jika kekalahan melawan JPE, bisa dijadikan pelajaran oleh anak-anak asuhnya untuk lebih siap menghadapi JEP di Malang, pekan depan. Menurutnya, absennya Shin-Shin, sapaan Shintia Alliva Mauludina, menjadi salah satu kendala untuk melancarkan variasi permainan melawan JPE.
“Memang ada kendala tidak hadirnya Shin-Shin di pertandingan kali ini (melawan JPE) dan itu cukup membuat permainan kami agak kurang. Kalau pemain asing sendiri, kita bisa lihat sendiri. Memang tipikal pemain asing kita ini bukan tipikal pemain yang bisa mengacak-acak permainan lawan, melainkan tipikal pemain kolektif yang lebih mengedepankan soliditas tim. Jadi wajar saja kalau pemain asing kita masih kurang sehingga receive dan service dari lawan sulit mati. Intinya penampilan kita hari ini di bawah performa, itu saja,” benar Risco.
Hal itu dibuktikan bagaimana JPE bisa langsung mengendalikan permainan sejak awal set pertama. Namun Bandung bjb Tandamata mulai memperlihatkan kekompakan sehingga mampu mengejar sedikit demi sedikit. Sebuah smash keras dari Ana, sapaan Anastasia Guerra akhirnya membawa Bandung bjb Tandamata bisa menyamakan kedudukan 7-7 dan 8-8. Sayang, hilangnya konsentrasi membuat anak-anak Risco kembali tertinggal 12-10. Akan tetapi JPE berhasil menjaga konsistensi mereka dan berhasil menemukan permainan terbaiknya. Sampai akhirnya mereka terus meluncur dan berhasil menyudahi set pertama dengan 25-17.
Tertinggal 0-1, Bandung bjb Tandamata berusaha bangkit dengan terus menekan anak-anak JPE sejak awal set kedua. Hal itu membuat pertandingan berjalan ketat, terbukti dengan skor imbang 4-4, 5-5, 6-6, sebelum JPE menjauh 8-6 dan terus mempertahankan keunggulan itu hingga 13-11. JPE bahkan semakin di atas angin saat berhasil memperlebar jarak hingga 16-11. Sempat memangkas jarak menjadi 15-17, 16-18, 17-18, 18-19, Bandung bjb Tandamata akhirnya bisa menyusul JPE 19-19. Akan tetapi Megawati Hangestri Pertiwi dan kawan-kawan, masih terlalu tangguh hingga bisa meraih lima poin secara beruntun serta menutup set kedua 25-20 dan menggandakan keunggulan 2-0.
Pada set ketiga, Bandung bjb Tandamata yang tak ingin menyerah begitu saja, mencoba bangkit. Meski terus tertinggal di awal set ketiga tim kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu akhirnya bisa menyamakan kedudukan 9-9, 10-10, sebelum akhirnya kembali tertinggal 13-16. JPE bahkan mampu menjauh 19-14, 20-15, 21-15, 22-15, 23-16. Akan tetapi Bandung bjb Tandamata dapat sedikit bernapas setelah memangkas jarak menjadi 17-23, 18-24.
Namun sebuah spike keras Rissa Meiga Rianti, akhirnya membawa JPE memastikan kemenangan 25-18 untuk menutup set ketiga, sekaligus melengkapi keunggulan 3-0.
Paletih JPE, Bullent Karslioglu mengaku puas dengan performa anak-anak asuhnya. Salah satu kunci kemenangan tim asuhannya bahkan diakui karena para pemain sudah melupakan kekalahan di Bandung dan tampil lebih tenang dan enjoy. “Kami hanya ingin melupakan kekalahan di Bandung dan kali ini kami harus bermain enjoy demi target ke final four, sehingga kami terus membaik dan kompak. Kami juga semakin baik dari satu laga ke laga berikutnya karena perjalanan kami ke final four masih panjang. Pertandingan itu bukan tentang kenapa menang?, kenapa kalah?, tapi bagiamana kami bisa bermain enjoy,” ungkapnya.
Dengan kemenangan ini, JPE kian mendekati Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia (GPP) di pucuk klasemen sementara kelompok putri. Raihan 15 poin dari tujuh pertandingan, kian mempertegas posisi JPE di urutan kedua dalam mengawali putaran kedua. Mereka tertinggal dua poin dari GPP sebelum menghadapi Medan Falcons (MFN) pada hari yang sama di GOR Tri Dharma, pukul 19.00 WIB. Selanjutnya, JPE akan menghadapi JEP yang bercokol di posisi ketiga klasemen sementara dengan 11 poin dari enam pertandingan. Laga itu bakal tersaji di GOR Ken Arok, Malang pada 5 Februari mendatang. (*)









