Banten24Ekonomi

APBN 2022 Tetap Bekerja Keras Menjaga Pemulihan Ekonomi di Banten

BISNISBANTEN.COM — Bulan Februari tahun 2022 diwarnai dengan peningkatan kasus baru harian Covid- 19 varian Omicron. Kasus harian di Banten memasuki bulan  Februari 2022 mencapai lebih dari dua ribu kasus dimana sepanjang bulan Januari 2022 kasus harian masih di bawah dua ribua-an. Penambahan kasus harian di Banten mulai meninggalkan puncaknya pada 12 Februari 2022 yang mencapai 7.283 kasus baru. Tingkat kesembuhan harian di bulan Februari juga memperlihatkan kabar yang menggembirakan dengan semakin banyak pasien yang kembali sehat. Meski begitu data kematian harian pada bulan Februari 2022 masih belum menunjukkan penurunan dibanding bulan sebelumnya. Tingkat Vaksinasi di Banten juga sudah memadai sesuai hasil asesmen situasi Covid-19 per 24 Maret 2022 pukul 12.00 WIB dimana capaian vaksinasi I mencapai 91,99%, dan vaksinasi II 70,17%, sedangkan vaksinasi III (booster) baru 9,60%.

Dukungan kinerja APBN menjaga optimisme pemulihan ekonomi di Banten

Di bulan Februari 2022, APBN melanjutkan kinerja yang baik, Realisasi belanja negara di Banten sampai dengan 28 Februari 2022 mencapai Rp2,67 triliun atau 10,54 persen dari alokasi anggaran belanja negara sebesar Rp25,32 triliun. Belanja Negara diupayakan terus berakselerasi untuk memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Advertisement

Realisasi Belanja K/L TA 2022 per 28 Februari 2022 sebesar 7,25 persen dari pagu anggaran, sedikit lebih rendah dibandingkan periode yang sama TA 2021 yang mencapai 7,5 persen. Realisasi Belanja Modal baru terealisasi sebesar 4,55 persen, sedangkan per Februari TA 2021 terealisasi 7,5 persen. Belanja K/L terutama dimanfaatkan untuk pembayaran gaji dan tunjangan, pendanaan atas kegiatan operasional K/L, dan program kegiatan K/L untuk pengadaan belanja modal, serta penyaluran bansos seperti BLT Dana Desa. Kinerja penyerapan bulan-bulan berikutnya diharapkan semakin baik sejalan dengan akselerasi penyaluran bansos untuk penanganan ekstrem, dan pelaksanaan berbagai program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Perlu kami sampaikan lagi mengenai arahan   Menteri Keuangan tentang lima langkah strategis pelaksanaan anggaran TA 2022 pada pimpinan K/L antara lain  Perbaikan Perencanaan, Percepatan Pelaksanaan Program/Kegiatan/Proyek,  Percepatan Pengadaan Barang dan Jasa, Percepatan Penyaluran Dana Bansos dan Banper yang tepat sasaran, dan Peningkatan Monitoring dan Efektivitas Belanja. Kinerja penyerapan bulan-bulan berikutnya diharapkan semakin baik seiring dengan akselerasi penyaluran bansos untuk penanganan kemiskinan ekstrem, dan pelaksanaan berbagai program penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Selanjutnya, penyaluran TKDD di Banten sampai dengan akhir Februari 2022  mencapai Rp1,98 triliun atau 12,51 persen dari alokasi tahun 2022. Realisasi belanja TKDD  tumbuh positif di topang Dana Transfer ke Daerah, yaitu realisasi penyaluran DAK Non Fisik yang lebih tinggi serta realisasi penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) akibat kepatuhan daerah. Sementara itu, penyaluran Dana Desa masih sangat rendah karena masih sedikit daerah di empat Kabupaten penerima dana desa yang mengajukan permohonan salur.

Kerja keras APBN terus dilanjutkan agar dapat berperan secara optimal.

Kinerja Pendapatan Negara berlanjut melanjutkan kinerja yang baik dari bulan lalu,  dan diharapkan berlanjut sampai akhir tahun, seiring pemulihan ekonomi yang semakin kuat dan implementasi reformasi struktural. Sampai dengan akhir Februari 2022, penerimaan Pajak  tumbuh 13,94% dengan capaian realisasi sebesar Rp9,04 triliun atau 17,11 persen dari target di Banten sebesar Rp52,833 triliun. Kontributor penerimaan terbesar dari Penerimaan PPh, khususnya PPh 21. Sedangkan sektor yang dominan berkontribusi terhadap penerimaan pajak sampai dengan bulan Februari 2022 yaitu sektor Industri Pengolahan sebesar 41,62 persen, kemudian sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor mencapai 25,29 persen. Kantor Wilayah Ditjen Pajak Banten dalam mengoptimalisasi penerimaan pajak memanfaatkan strategi pengawasan terhadap Wajib Pajak, yaitu WP Strategis dan WP Kewilayahan.

Advertisement

Realisasi penerimaan Kepabeanan dan Cukai per 28 Februari 2022 mencapai Rp1,8 triliun atau 18,92% dari target APBN. Penerimaan Kepabeanan dan Cukai tumbuh 24,53%, di dorong kinerja positif seluruh komponen penerimaan, yaitu  Bea Masuk tumbuh 22,70%,  penerimaan Cukai tumbuh 30,47%, dan  kinerja penerimaan Bea Keluar  tumbuh 382,13%. Kinerja penerimaan Bea Masuk tumbuh signifikan, dipengaruhi dengan membaiknya kinerja impor nasional sehingga mendorong aktivitas impor barang terutama barang Konsumsi dan kebutuhan bahan baku atau penolong kebutuhan industri. Pertumbuhan penerimaan Cukai dipengaruhi implementasi kebijakan (pelunasan cukai) dan pengawasan di bidang Cukai, serta relaksasi pembukaan daerah tujuan wisata. Sedangkan pertumbuhan penerimaan Bea Keluar di dorong oleh tingginya harga produk kelapa sawit.

Neraca Perdagangan (NP) bulan Februari 2022 adalah netto USD -1,20 miliar atau menguat 33% dibandingkan bulan Januari 2022.  Perbaikan netto Neraca Perdagangan bulan Februari 2022 disebabkan membaiknya netto dari sektor Non Migas yang tumbuh USD 0,73 miliar, meliputi eksportasi barang Kendaraan Udara dan Produk Logam Mulia, serta penurunan importasi Obat, Telepon, dan komoditi Gula.

Peran Ditjen Bea Cukai Banten dalam rangka penanggulangan Covid-19 dengan memberikan fasilitas berupa insentif Fiskal Impor Alkes, insentif Fiskal Impor Vaksin, dan insentif Fiskal Dunia Usaha. Insentif fiskal impor Alkes yang telah diberikan per Februari 2022 berupa fasilitas Bea Masuk sebesar Rp16,27 miliar, dan fasilitas pajak sebesar Rp43,73 miliar untuk kategori produk Test Kit, Peralatan Medis, Virus Transfer Media, APD, Oksigen, dan alkes lainnya. Kemudian insentif fiskal impor Vaksin telah diberikan fasilitas Bea Masuk dan fasilitas pajak sebesar Rp124,54 miliar dan Rp383,73 miliar. Sedangkan insentif fiskal dunia usaha sebesar Rp47,62 miliar untuk pembebasan KITE (Kemudahan Impor Tujuan Ekspor), dan pengembalian KITE sebesar Rp9,8 miliar.

Capaian Kinerja Kanwil Ditjen Kekayaan Negara Banten

Realisasi kinerja lelang tahun 2022 sampai dengan bulan februari sebagai berikut: untuk Pokok Lelang tercapai sebesar Rp36.185.033.716,- atau tercapai 2,56% dari target Pokok Lelang sebesar Rp1.400.000.000.000,-, realisasi PNBP Lelang sebsar Rp998.591.136,- atau sebesar 2,63% dari target sebesar Rp37.900.000.000,-. Untuk penerimaan PNBP dari Pengelolaan Aset tahun 2022 sampai dengan bulan februari adalah sebesar Rp809.050.435,- atau sebesar 4% dari target tahun 2022 sebesar Rp20.216.800.000.

Sedangkan realisasi penerimaan PNBP Pengurusan Piutang Negara sebesar Rp201.621,- atau 0,1 % dari target sebesar Rp 164.319.919,-. Selain capaian kinerja diatas, DJKN melalui Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) dalam mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) diberikan penugasan untuk melakukan pendanaan tanah atas infrastruktur PSN diwilayah provinsi Banten, yang mana aset tanah tersebut akan menjadi BMN, antara lain: Jalan Tol sebesar Rp13.379.648.503.649,-, Bendungan sebesar Rp1.094.529.182.618,- dan Penyediaan Air Baku sebesar Rp9.180.846.000,-.

Adapun Realisasi PNBP TA 2022 per 28 Februari 2022 mencapai Rp124 miliar atau 6,27 persen dari target, secara nominal tumbuh positif 47,12 persen (y-on-y) ditopang oleh PNBP Lainnya yang mengalami pertumbuhan mencapai 57,58 persen (y-on-y).

Kinerja APBD Se-Banten

Realisasi Pendapatan APBD konsolidasian sembilan Pemda  se-Banten s.d 28 Februari 2022 sebesar Rp2,55 triliun, didominasi oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan proporsi 47,26 persen dari Total realisasi Pendapatan Daerah. Proporsi TKDD sebesar 52,68 persen terhadap total realisasi  Pendapatan Daerah, menunjukkan bahwa dukungan dana pusat melalui TKDD masih menjadi faktor dominan untuk pendanaan di Pemda se-Banten. Realisasi Belanja APBD  s.d 28 Februari 2022 sebesar Rp2,02 triliun didominasi oleh komponen Belanja Pegawai dengan proporsi 48,95 persen, serta Belanja Barang dan Jasa mencapai 20 persen. Realisasi Belanja Modal baru mencapai 8,08 persen dari seluruh realisasi belanja Pemda, dengan capaian  terbesar di realisasikan untuk belanja modal Gedung dan Bangunan sebesar 96,03 persen dari total realisasi belanja modal. Kinerja APBD seluruh Pemda di Banten tersebut sampai dengan 28 Februari 2022 menghasilkan Surplus Anggaran sebesar Rp642,84 miliar.

Seluruh komponen Kemenkeu di Banten berkomitmen memperkuat koordinasi dengan Pemda untuk meningkatkan kualitas Belanja Pemerintah dan memperkuat sinergi dengan Pemda untuk mempercepat akselerasi Belanja Daerah dan menggali potensi pendapatan di daerah, serta mendorong optimalisasi penggunaan SILPA TAYL yang mencapai Rp1,18 triliun agar dapat segera dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat. (susi)

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com