Antisipasi Kerusakan Fasilitas Royal, Pasar Jedogan Kota Serang Resmi Dipindah ke Kepandean

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kota Serang melalui Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Dinkopukmperindag) resmi memindahkan lokasi Pasar Jedogan tahun ini. Jika biasanya tradisi belanja tahunan ini berpusat di kawasan Royal, kali ini kegiatan akan dipusatkan di Pasar Kepandean.
Kepala Dinkopukmperindag Kota Serang, Wahyu Nurjamil, menjelaskan bahwa pemindahan ini dilakukan untuk menjaga estetika dan fasilitas di kawasan Royal yang baru saja dibenahi. Pemerintah khawatir kepadatan Pasar Jedogan dapat merusak infrastruktur yang sudah ada.
“Royal sudah tidak boleh lagi digunakan untuk Pasar Jedogan karena kita khawatir akan merusak fasilitas yang sudah dibangun. Maka dari itu, rapat koordinasi dilakukan bersama Bappeda, Dishub, Satpol PP, DLH, serta TNI dan Polri untuk persiapan di Kepandean,” ujar Wahyu usai rapat koordinasi.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Pasar Jedogan di Kepandean akan dikemas dengan skala yang lebih besar dan menarik. Wahyu menyebut konsep acara ini akan menyerupai Serang Fair namun dalam cakupan yang lebih kecil.
“Pasar Jedogan ini rencana nya akan digwlar selama 3 hari, sekitar tanggal 17-20 Ramadan atau menjelang Lebaran. Nanti disana akan dimeriahkan dengan event musik dan berbagai perlombaan (games),” terang Wahyu.
Untuk Konsep acaranya hampir sama seperti Serang Fair tapi dalam scope yang kecil Ya. Berdasarkan informasi itu biasanya kurang lebih harus ada 200-an stand, tapi sekarang yang bisa kita akomodir itu sekitar 70 persen, artinya baru ada 120 sampai 130 stand yang bisa kita siapkan untuk para pengusaha lokal yang ada di kita,” imbuhnya.
Terkait kenyamanan pengunjung, Pemkot Serang akan menerapkan sistem penutupan jalan layaknya Car Free Day. Hal ini dilakukan agar pembeli dapat leluasa berjalan kaki tanpa terganggu kendaraan.
“Kita akan menutup jalan mulai dari depan Flamengo sampai tikungan menuju Kepandean. Tenant fashion atau pakaian akan ditempatkan di badan jalan, sementara area kuliner tetap pada posisi yang ditentukan. Jadi suasananya mirip Car Free Day,” jelas Wahyu.
Pemerintah menargetkan lokasi Kepandean sudah bersih (clean) tepat pada malam takbir, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas atau perayaan Idul Fitri. Pihak dinas juga akan terus berkomunikasi dengan para pedagang terkait detail operasional agar kesepakatan waktu ini dapat dipatuhi.
“Harapan kami malam takbir sudah bersih. Kami juga bersyukur beberapa pihak yang sebelumnya terkendala jadwal, kini menyatakan siap hadir dan mendukung penuh agenda Ramadan ini,” pungkasnya.(siska)









