Antisipasi Dampak Konflik Global, BI Banten Minta Masyarakat Tak Panic Buying Jelang Hari Raya

BISNISBANTEN.COM – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten Ameriza M. Moesa mengimbau, masyarakat di Tanah Air, khususnya di wilayah Banten, untuk tetap tenang dan tidak bereaksi berlebihan terhadap situasi geopolitik global antara Iran dan Amerika Serikat yang tengah memanas.
Ameriza mengakui bahwa ketegangan tersebut mulai memberikan pengaruh, terutama pada kenaikan harga komoditas global. Namun, ia menekankan bahwa fokus utama yang perlu dijaga saat ini adalah ekspektasi masyarakat agar tidak menimbulkan kepanikan yang justru dapat merugikan stabilitas ekonomi lokal.
“Peningkatan harga-harga memang menjadi perhatian, terutama barometer minyak akibat terhambatnya jalur distribusi kapal tanker. Namun, kami dari Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi, khususnya di bawah TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) untuk mengamankan stok produk di lapangan,” ujar Ameriza saat di temui pada Rabu (11/03/26).
Menjelang hari raya, BI Banten menyoroti pentingnya menjaga pola konsumsi masyarakat. Ameriza mengingatkan agar warga menghindari perilaku belanja berlebihan atau panic buying yang dipicu oleh informasi negatif.
“Kondisi memang sedang tidak baik, cuman tidak perlu bereaksi berlebihan. Belanjalah seperlunya. Jangan ada upaya penumpukan barang, karena hal itu justru akan merugikan masyarakat sendiri dengan memicu kenaikan permintaan yang tidak wajar,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pemerintah, di bawah arahan Presiden Prabowo, terus memastikan bahwa ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman. Informasi positif mengenai ketersediaan stok ini akan terus diartikulasikan hingga ke tingkat daerah untuk menciptakan ketenangan di masyarakat.
Terkait pergerakan harga, Ameriza mengungkapkan bahwa puncak kenaikan harga atau inflasi diperkirakan telah terjadi pada bulan Februari lalu.
“Kelihatannya tren masih naik, cuman kami melihat puncaknya justru ada di bulan Februari kemarin yang mencapai angka sekitar 4,5 persen. Harapannya, di bulan Maret ini tekanan inflasi tidak setinggi Februari dan cenderung lebih stabil,” jelasnya.
Pihak BI Banten juga mengajak insan pers untuk turut membantu menjaga kondusivitas dengan menyajikan pemberitaan yang berimbang. Menurutnya, sinergi antara kebijakan pemerintah dan penyampaian informasi yang akurat mengenai stok pangan sangat krusial untuk menangkal ekspektasi negatif di tengah ketidakpastian global.(siska)









