Pemkot Serang Gelar High-Level Meeting TPID 2025: Tekankan Kolaborasi untuk Percepatan Ekonomi dan Pengendalian Inflasi

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kota Serang melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) menggelar High-Level Meeting (HLM) TPID Kota Serang tahun 2025 dengan mengusung tema “Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkelanjutan melalui Pengendalian Inflasi yang Terintegrasi.”Di salah satu hotel Kota Serang, Selasa (30/07/25).
Pertemuan ini menegaskan komitmen Pemkot Serang dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mendorong investasi.
Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia, menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkualitas memiliki beberapa variabel penting.
“Peningkatan SDM, peningkatan infrastruktur, inovasi, dan iklim investasi yang berkelanjutan adalah pilar utama,” ujar Agis.
Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi fokus utama Walikota Serang, sementara ia sendiri mulai konsen pada pengembangan SDM.
“Ini yang nantinya akan membuat Kota Serang lebih mantap lagi, sehingga iklim investasi juga bisa menjanjikan,” imbuhnya.
Agis juga menegaskan bahwa inflasi yang terkendali menjadi target utama, karena inflasi dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, TPID bekerja secara kolaboratif untuk mengendalikan inflasi.
Senada dengan Wakil Walikota, Sekretaris Daerah Kota Serang, Nanang Saefudin, mengungkapkan rasa syukurnya bahwa inflasi Kota Serang saat ini terkendali dengan baik.

“Bahkan inflasi Kota Serang berada di bawah angka provinsi dan nasional, yakni sebesar 1,76 persen. Sementara inflasi Provinsi Banten 1,83 persen dan nasional 1,87 persen,” jelas Nanang.
Nanang juga menekankan pentingnya kerja sama tim, bukan hanya individu. “Kita bekerja tidak bisa superman, tapi super tim. Semua pihak sesuai dengan tupoksinya, seperti Bulog yang mempersiapkan beras, minyak, dan kebutuhan pokok lainnya. Jajaran kepolisian dan kejaksaan juga siap mengambil tindakan hukum apabila terjadi penyimpangan, penimbunan beras, atau penarikan harga yang tidak sesuai standar,” paparnya.
Lebih lanjut, Nanang sepakat dengan Wakil Walikota terkait pentingnya menjaga investasi yang ramah. “Banyak gerai-gerai baru yang buka di Kota Serang menunjukkan bahwa masyarakat Kota Serang sangat ramah terhadap investasi, baik dari luar maupun dari Kota Serang itu sendiri,” ujarnya.
Nanang kembali menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci keberhasilan. “Kita tidak bisa bekerja secara parsial, tapi harus kolaborasi bersama dengan instansi terkait, termasuk Bank Indonesia,” pungkasnya.
Terkait dampak positif investasi, Nanang menjelaskan bahwa investasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi. “Target nasional dari Bapak Prabowo ingin mencapai 8 perse , dan kita saat ini berada di angka 5 persen. Tentu saja target nasional adalah agregat dari seluruh provinsi, dan provinsi adalah agregat dari kabupaten/kota. Kita semua berkomitmen untuk mencapai target tersebut,” tutup Nanang. (Siska)









