PMI Global Melemah, Sri Mulyani Himbau Tetap Waspada Meski Indonesia di Zona Ekspansi- Akselerasi

BISNISBANTEN.COM – Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur pada mayoritas negara G20 dan ASEAN-6 mengalami kontraksi adanya kecenderungan pelemahan ekonomi yang semakin terlihat.
Hal ini diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTA pada Senin (24/7/2023).
PMI merupakan indeks yang menunjukkan arah tren ekonomi di sektor manufaktur. Jika PMI di atas 50 maka menunjukkan sektor manufaktur mengalami ekspansi atau kemajuan, sedangkan angka PMI di bawah 50 menunjukkan kontraksi atau perlambatan misalnya terjadi penurunan permintaan dari konsumen.
“Kondisi global memang menunjukkan kecenderungan pelemahan yang makin terlihat, kalau kita lihat dari sisi indikator PMI manufaktur dari negara-negara yang dilakukan monitoring, 6,19% dari negara -negara itu mengalami kontraksi PMI-nya,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi persnya.
Adapun negara-negara yang memiliki peran besar adanya perekonomian dunia yang mengalami kontraksi tersebut. Sri Mulyani menyebutkan, negara-negara tersebut yakni Amerika Serikat (AS), Eropa, Prancis, Jerman, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Vietnam, Italia, Brazil, Afrika Selatan dan Singapura.
Sementara itu, beberapa negara yang berada di area zona ekspansi -melambat ada di negara China, Filipina, India, Thailand dan Rusia. Adanya pelemahan PMI dari beberapa negara tersebut Sri Mulyani juga menghimbau untuk tetap waspada.
“Pelemahan dari PMI negara-negara ini memang perlu untuk kita waspadai apakah ini kecenderungan akan terus melemah dan tentu pada akhirnya mempengaruhi kondisi dan kinerja perekonomian global,” ujarnya.
Walaupun demikian, Indonesia merupakan negara yang berada di zona ekspansi- akselerasi di angka 14,3% dimana PMI Manufakturnya berada di level 52,5 pada Juni 2023. Indonesia bersama Turki dan Meksiko.
“Di satu sisi optimisme yang memberikan kita keyakinan hingga kuartal II-2023 nampaknya berbagai indikator Indonesia masih cukup positif, namun tanda-tanda terjadinya rembesan dari pelemahan global sudah mulai terlihat dari beberapa indikator kita,” ucapnya.
Sri Mulyani menyebut sejauh ini berbagai indikator ekonomi Indonesia masih cukup positif. Meski begitu, ancaman pelemahan dari global akan terus diwaspadai. (Ismi)









