Gubernur BI Sampaikan 5 Kunci Penting Dalam Mendorong Digitalisasi Ekonomi

BISNISBANTEN.COM – Pada acara Closing Ceremony 4th Indonesia Fintech Summit & Bulan Fintech Nasional, yang disiarkan secara langsung di chanel YouTube Bank Indonesia pada Senin (12/12/2022), Gubernur Bank Indonesia yakni Perry Warjiyo menyampaikan, terdapat lima kunci penting yang telah dan akan dilakukan dalam mendorong digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia.
Pertama, yaitu membangun satu bahasa layanan sistem pembayaran dan layanan jasa keuangan, yaitu melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).
Pada tahun ini, QRIS telah diadopsi oleh lebih dari 15 juta pengguna, dan pada 2023 BI menargetkan QRIS akan diadopsi oleh lebih dari 45 juta pengguna.
Kedua, yaitu satu bangsa dalam layanan sistem pembayaran, yaitu mendorong sinergi antara perbankan digital, penyedia jasa pembayaran nonbank, hingga e-commerce, untuk bisa berkolaborasi dan sharing data.
“Sehingga perusahaan jasa pembayaran di indonesia sudah ada clusternya, yang besar sistemnya, itu yang akan kita harapkan setidaknya bersaing dengan nasional tapi juga global,” ujar Perry, Senin (12/12/2022).
Ketiga, satu nusa layanan sistem pembayaran, yaitu membangun interkoneksi, interoperabilitas, dan integrasi infrastruktur pembayaran, pada pasar uang dan operasi moneter.
“Saat ini kita dalam proses mengintegrasikan antara BI-Fast dengan Real-Time Gross Settlement (RTGS), juga dengan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN),” katanya.
Keempat, menciptakan persaingan yang sehat antara para pelaku industri, salah satunya dengan menetapkan market conduct & pricing, bersama dengan pelaku industri dan asosiasi.
Terakhir atau yang kelima, Perry mengatakan mendorong pengembangan Central Bank Digital Currency (CBD) atau Digital Rupiah. Pengembangan ini akan dimulai dengan tahapan pertama, wholesale CBDC, yaitu penerbitan, pemusnahan, dan transfer antarbank.
“Tahap kedua adalah memperluas Wholesale CBDC untuk operasi pasar uang sehingga para milenial bisa membeli apa saja secara digital, saham misalnya,” jelasnya.
Sedangkan tahap ketiga adalah end to end antara Ritel dan Wholesale. (Dhori)









