Keuangan

OJK Edukasi Keuangan Nelayan dan Pelajar di Pandeglang

BISNISBANTEN.COM — OJK Regional 1 DKI Jakarta & Banten kembali menggelar kegiatan Edukasi Keungan bagi nelayan dan pelajar di Pandeglang, Kamis (25/8). Kegiatan ini mengusung tema MAPAN “MenAbung untuk Kesejahteraan di Masa DepAN” yang berlangsung di Aula Bupati Pandeglang.

Acara ini dihadiri Deputi Direktur Informasi, Dokumentasi, dan EPK
Kantor OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten F A Purnama Jaya, Asisten Administrasi Kabupaten Pandeglang Ramadani, Kepala Dinas Perikanan Pandeglang Suaedi Kurdiatna, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pandeglang Taufik Hidayat, Pemimpin Bank BJB Cabang Pandeglang Faridha Siregar,  Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen  Kantor OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten
Ruth Simanjuntak.

Untuk narasumber sendiri antara lain

Advertisement

Kepala Subbagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen Kantor OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten Achmad Zaelani, Asisten Manajer Kebijakan Sistem Pembayaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Astari Nandhisa, Manajer Bisnis Konsumer Bank BJB Cabang Pandeglang Heri Somantri,

Deputi Direktur Informasi, Dokumentasi, dan EPK Kantor OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten F A Purnama Jaya mengungkapkan, Edukasi Keuangan ini merupakan bagian dari upaya OJK dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat khususnya Nelayan dan Pelajar di Kabupaten Pandeglang, serta sebagai salah satu implementasi kegiatan Hari Indonesia Menabung yang diselenggarakan pada Bulan Agustus setiap tahun.

Menurutnya, akses keuangan bagi nelayan juga masih tergolong tertinggal jika dibandingkan dengan petani dan profesi di sektor lainnya. Banyak masyarakat/institusi di daerah pesisir yang belum dapat mengakses layanan keuangan formal.

Ia berharap dengan adanya edukasi keuangan dan fasilitasi bagi Nelayan dalam mengakses layanan keuangan hingga pemberdayaan keluarga nelayan, dapat meningkatkan kapasitas Nelayan untuk mengelola keuangan dengan baik untuk kesejahteraannya di masa depan.

Ia menambahkab, Kelompok pelajar memiliki potensi yang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan data BPS Tahun 2020 menunjukan jumlah pelajar sebanyak 55,54 juta atau 20,55% dari total jumlah penduduk Indonesia. Selain besarnya jumlah pelajar tersebut, hasil riset dalam Indonesia Millennial Report 2019 menunjukkan bahwa karakter millennial seperti pengembangan diri, kreatifitas, dan kemampuan menjalankan beberapa tugas sekaligus menjadi salah satu dasar yang dapat memperkuat perekonomian Indonesia di masa depan. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi pelajar untuk turut serta dalam pembangunan ekonomi melalui peningkatan literasi keuangan dan pemanfaatan terhadap produk/layanan jasa keuangan atau yang disebut dengan Inklusi keuangan.

“Pentingnya peran pemuda dalam pembangunan ekonomi dan keuangan tersebut, maka pelajar dan mahasiswa merupakan salah satu dari 10 (sepuluh) sasaran prioritas dalam Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia (SNLKI) 2021-2025 yang disusun berdasarkan tiga pilar yaitu cakap keuangan, sikap dan perilaku keuangan yang bijak serta akses keuangan,” katanya.

Dalam rangka menumbuhkan budaya menabung bagi masyarakat dan mendukung “Kampanye Ayo Menabung”, OJK bersama kementerian dan lembaga terkait, serta Lembaga Jasa Keuangan formal terus bersinergi dan menginisiasi pencanangan Hari Indonesia Menabung yang diperingati setiap tanggal 20 Agustus, dan ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 26 Tahun 2019 tentang Hari Indonesia Menabung.

“Penetapan Hari Indonesia Menabung melalui Keppres diharapkan akan semakin memperkuat komitmen dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat dan seluruh pihak untuk mendukung terwujudnya budaya menabung, serta membuka akses masyarakat untuk masuk ke dalam sistem keuangan khususnya lembaga jasa keuangan formal,” jelasnya.

Advertisement
bisnisbanten.com