BI Banten Gelar Pelatihan Pewarnaan Kain Tenun untuk Baduy Luar
BISNISBANTEN.COM — Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menyelenggarakan pelatihan pewarnaan tenun di Desa Kanekes Baduy pada tanggal 24 – 28 Mei 2021. Ini dalam rangka mendukung program Bangga Buatan Indonesia dan peningkatan kualitas tenun Baduy dan pengembangan tenun di Banten. Pelatihan yang dilaksanakan selama lima hari tersebut diikuti oleh 20 perajin tenun Baduy dari 3 desa yaitu Desa Kaduketuk 1, Desa Kaduketuk 2 dan Desa Kaduketuk 3. Dalam kegiatan ini juga hadir Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Lebak Horison Nusadjati.
Kegiatan pelatihan bekerja sama dengan fasilitator desainer nasional yaitu Wignyo Rahadi dan tim. Pada kesempatan tersebut, Analis Fungsi Pengembangan UMKM, KI dan Ekonomi Syariah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Tia Fitri Hariyani menyampaikan, pelatihan ini merupakan upaya untuk peningkatan kualitas warna dan benang tenun Baduy agar bisa memenuhi permintaan pasar yang lebih luas, namun tetap mempertahankan nilai heritage Baduy yang motifnya telah memiliki HAKI.
Sejalan dengan upaya pengembangan tersebut, Dinas Pariwisata Bidang Ekonomi kreatif Kabupaten Lebak menyampaikan, perlu dilakukan promosi dan penjualan sebagai tindaklanjut dari kegiatan pelatihan, dan upaya tersebut dapat dilaksanakan secara bersama-sama oleh perajin, Bank Indonesia, pemerintah daerah dan komunitas fashion.
Hadir pada acara penutupan kegiatan pelatihan beberapa desainer Banten tergabung dalam Komunitas Fashion dan berminat bekerjasama dan memberi masukan untuk pengembangan tenun.
Turut menyaksikan acara penutupan pelatihan pewarnaan tenun pada tanggal 28 Mei 2021 adalah Jaro Saija Kepala Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, pesan yang disampaikan Jaro bahwa beliau menyambut baik upaya peningkatan kualitas tenun Baduy dan memberi inspirasi untuk semua perajin dan stakeholder terkait agar pewarnaan tenun tetap dilakukan dengan menjaga kelestarian lingkungan.
Disampaikan pula bahwa fasilitator berharap para peserta pelatihan bersungguh-sungguh menerapkan ilmu yang di dapat dari pelatihan untuk perbaikan proses produksi tenun Baduy kedepannya.
Sebagai tindaklanjut para peserta pelatihan akan memperkuat kelembagaan dengan membentuk kelompok usaha, bersinergi dengan desainer Banten dan stakeholder lainnya, serta berupaya melakukan inovasi namun tetap menjaga kelestarian budaya Baduy.
Lebih lanjut Bank Indonesia mengharapkan langkah sederhana ini menjadi keberlanjutan, dan mampu memberi makna bagi pengembangan tenun di Provinsi Banten serta dapat memperkaya ragam tenun nusantara. (susi)









