Dapat Laba Rp8,6 Miliar, Jamkrida Bagikan Deviden Rp4 Miliar Kepada Pemprov Banten
BISNISBANTEN.COM — PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Banten barusan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2020. RUPS digelar di Ruang Rapat Rumah Dinas Gubernur Banten Kota Serang, Rabu (7/4). Dalam RUPS kali ini, Jamkrida Banten mendapatkan laba kumulatif sebesar Rp8,6 miliar. Sementara deviden yang dibagikan kepada pemegang saham yakni Pemprov Banten sebesar Rp4 miliar lebih.
Direktur Utama PT Jamkrida Banten Hendra Indra Rachman mengungkapkan, saat ini, modal PT Jamkrida Banten mencapai Rp56,5 miliar. Laporan Keuangan PT Jamkrida Banten berdasarkan pemeriksaan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tri Bowo Yulianti mendapatkan opini wajar. Di tengah pandemi, Jamkrida Banten masih bisa memberikan kontribusi positif kepada pemegang saham.
“Laba kumulatif PT Jamkrida Banten Tahun 2020 sebesar Rp 8,6 miliar. Sedangkan penilaian kesehatan dari Otoritas Jasa Keuangan OJK sangat sehat. Deviden yang dibagikan kepada Pemprov Banten sebesar Rp4 miliar,” katanya.
Ia menjelaskan, laba sebesar Rp8,6 miliar tersebut kumulasi dari 2017-2020 yang didapatkan penerapan standar akuntansi baru yaitu PSAK 71-73 yang berlaku pada 2020. Ini yang sangat berpengaruh pada perhitungan pengakuan pendapatan.
Akibatnya dari tahun 2017-2020 ada selisih pendapatan yang belum diakui.
“Nah karena penerapannya di tahun 2020, maka selisih tersebut diakumulasikan.
Akhirnya laba 2020 jadi gede. Laba riil 2020 Rp3,1 miliar dan koreksi laba akibat penerapan PSAK Rp5,5 miliar sehingga jadi kumulasinya Rp8,6 miliar,” katanya.
Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) mengaku percaya terhadap pengelolaan PT Jamkrida (Penjaminan Kredit Daerah) Banten. Masalah lembaga keuangan adalah soal trust atau kepercayaan.
“Dari awal saya percaya ke pengelolaan PT Jamkrida Banten. Laporan PT Jamkrida Banten cukup dipercaya,” ungkap Gubernur saat memberikan arahan.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga mengingatkan jajaran manajemen PT Jamkrida Banten untuk tetap berhati-hati dalam mengelola perusahaan.
“Kita sudah selamat di tahun pertama Covid-19. Perspektif perekonomian ke depan masih terjadi konstraksi ekonomi. Laju Pertumbuhan Ekonomi Indonesia diproyeksi terkontraksi minus 6 persen Sedangan kita (Provinsi Banten) diproyeksi terkontraksi minus 3 persen.
Makanya, PT Jamkrida Banten harus hati-hati dalam mengelola keuangan,” tambah Gubernur.
Ditegaskan Gubernur, pihaknya percaya sepenuhnya terhadap manajemen lembaga keuangan dan meminimalisir intervansi terhadap lembaga keuangan agar tumbuh baik. “Kalau baik, ya kita tambah penyertaan modal. Yang penting harus sabar,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur juga ungkapkan langkah perbaikan di Bank Banten setelah mengalami gagal bayar dan krisis likuiditas pada 2020. Pemprov Banten telah melakukan penambahan penyertaan modal dari dana di RKUD (Rekening Kas Umum Daerah) Pemprov Banten yang tertahan di Bank Banten.
“Sekarang alhamdulilah sudah ada perubahan di Bank Banten. Ada pergantian manajemen, ada penyertaan modal dan peningkatan likuiditas. Baru kali ini, bank daerah mendapat perhatian dari Presiden, itu karena kedekatan kita (Gubernur),” jelasnya.
Sebagai informasi, sebagai perusahaan penjaminan kredit, PT Jamkrida Banten memikul amanah untuk membantu dunia usaha, khususnya Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUMKM) di Provinsi Banten, dalam meningkatkan akses pada sumber-sumber pembiayaan (bank dan institusi keuangan non-bank). Hal itu tidak terlepas dari peran KUMKM terhadap perekonomian di tingkat Nasional maupun di Provinsi Banten. (susi)









