InspirasiYoungpreneur

Halimatussa’diyah, Gencar Mengenalkan dan Memasarkan Saffron yang Kaya Manfaat

Sebelum menekuni usaha Safron Qirani, Halimatussa’diyah sang owner mengaku, pernah membeli dan memakai produk ini. Dan manfaatnya diakui wanita yang akrab disapa Diyah ini sangat terasa, namun harganya cukup menguras kantong.

“Di Desember 2020, jadi waktu itu sebelum jualan, Diyah udah pernah Saffron beli dari orang lain. Manfaatnya kerasa, cuma harganya lumayan waktu itu. Terus saffron juga terkenal rempah mahal, tapi manfaatnya banyak. Sayang banget gitu kan, produk bagus, tapi masyarakat gak tau,” jelas Alpha Zetizen Banten 2017 ini.

Diyah pun mencari cara agar masyarakat bisa merasakan manfaat saffron dengan harga terjangkau. Apalagi saat pandemi menurut Diyah, kondisi kesehatan dan ekonomi sedang benar-benar diuji.

Advertisement

“Itu yang bikin Diyah akhirnya pengen usaha Saffron. Nah sebelum Desember itu, sekitar empat bulanan lebih Diyah nyari-nyari link penyedia saffron. Alhamdulillah dapet kenalan, dari situ mikirin packaging dan segala macemnya. Alhamdulillah bisa siap order di Desember,” lanjut Duta Pendidikan Banten 2020 ini.

Saffron ini dipasarkan secara online melalui Instagram @saffronqirani dan offline. Namun diakui Diyah lebih banyak penjualan secara online.

“Alhamdulillah ada (penjualan-red) lewat reseller-reseller jugaa kak, yang paling jauh reseller daerah Sukabumi,” tutur mahasiswi Untirta ini.

Menurut Diyah, jika biasanya rata-rata saffron dijual per gram, di Saffron Qirani ini diual per pemakaian. Misalnya 30 helai untuk 15 hari pemakaian atau 40 helai untuk 20 hari pemakaian. Manfaat saffron ini kata Diyah, bisa untuk kecantikan misalnya untuk melembabkan. Sedangkan manfaat untuk kesehatan, saffron ini sangat kaya antioksidannya.

“Masih banyak lagi manfaatnya. Di Saffron Qirani baru nyediain dua varian, yang diminum yakni putik saffronnya plus facemist yang buat dispray ke muka,” lanjut si sulung yang tinggal di Batubantar, Pandeglang ini.

Sebelum mendirikan Saffron Qirani, Diyah mengaku, pernah punya usaha lain. Saat
SMA, alumnus SMAN 1 Pandeglang ini pernah jualan Cireng Melehoy, tapi saat ini sudah tidak ditekuni lagi. Sementara usaha jualan mukena, gamis, tas, dan sepatu masih dijalani. Itu pun kalau ada yang order.

“Usaha lainnya ada Pawon Abah Boss, ini jualan piscok lumer. Ini sih yang usaha bentuknya kerjasama. Selain itu ada ED Organzier di bidang jasa EO, alhamdulillah masih juga,” tutur pendiri dan pengajar di ED Zone ini.

Ke depannya untuk usaha Saffron Qirani ini, Diyah ingin gencar mengenalkan.

“Karena masih jarang yang tau sama si saffron ini, semoga ke depannya lebih banyak yang tau, lebih banyak orang yang nerima manfaatnyaa. Punya reseller di berbagai daerah, variannya ditambah lagii, terus pengen banget punya pabrik sendiri. Aamiin,” harap Diyah. (hilal)

Advertisement
bisnisbanten.com