Banten24

Hadiri Peluncuran Serang Mengaji, Wali Kota Budi Rustandi Tekankan Pentingnya Akhlak Generasi Muda

BISNISBANTEN.COM — Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menghadiri acara launching program Serang Mengaji, salat berjamaah, dan tadarus Al-Qur’an di Masjid Nurul Iman, Kampung Pekijing, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, pada Senin malam (02/11/2026).

Program “Serang Mengaji” ini digagas sebagai langkah strategis pemerintah daerah dalam memberantas buta Al-Qur’an sekaligus membentengi moral generasi muda di Kota Serang.

Saat ditemui usai acara, Walikota Serang Budi Rustandi menegaskan, bahwa pelaksanaan program ini bukan sekadar menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga bentuk kewajiban moral dan keagamaan sebagai seorang Muslim.

Advertisement

“Serang Mengaji ini adalah upaya memberantas buta Al-Qur’an. Ini kewajiban saya, bukan hanya sebagai kepala daerah, tapi sebagai seorang Muslim. Tentu jabatan saya harus sesuai dengan amanah, yang mana saya berkewajiban bagaimana anak-anak kita ini terjaga adab dan akhlaknya,” ujar Budi.

Ia menambahkan, pembinaan akhlak sejak dini sangat krusial untuk menciptakan lingkungan sosial yang harmonis. Menurutnya, kota yang damai, kondusif, dan indah berawal dari kekompakan masyarakatnya dari tingkat akar rumput, seperti yang terlihat di Kampung Pekijing.

“Seperti Kampung Pekijing ini. Kalau masyarakatnya kompak, bersatu, dan saling gotong royong, insyaaAllah kampung ini akan menjadi kampung yang indah karena semuanya kompak,” imbuhnya.

Kenang Masa Kecil Bersama Sang Guru

Di sela-sela acara, suasana keakraban tercipta ketika Budi Rustandi bernostalgia mengenai masa kecilnya saat belajar mengaji di lingkungan tersebut. Ia mengenang sosok almarhum Kiai Bani, guru ngajinya dahulu, yang telah memberikan fondasi pendidikan agama yang kuat.

Budi menceritakan kenangan masa kecilnya saat belajar mengaji di madrasah dengan fasilitas penerangan yang masih sangat sederhana, jauh sebelum era modern saat ini.

“Ingat kan, almarhum Kiai Bani itu guru saya. Waktu beliau masih ada, saya ke madrasah itu waktu masih SD, bahkan sebelum masuk sekolah karena rumahnya tetangga. Dulu belajarnya belum pakai lampu listrik, masih pakai patromak,” kenangnya sambil tersenyum.

Ia juga mengenang metode pengajaran sang guru yang disiplin, serta tradisi kebersamaan yang melekat saat seorang anak berhasil menamatkan (khatam) Al-Qur’an di masa itu.

“Saya masih ingat cara beliau mengajar dan cara beliau menegur kalau tidak bisa. Dan kalau sudah khatam, ibu saya dulu bikin bekakak ayam, lalu baca doa dan makan bersama dengan teman-teman serta tetangga,” pungkasnya.

Melalui peluncuran program Serang Mengaji ini, Pemerintah Kota Serang berharap semangat tradisi keagamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an dapat kembali dihidupkan di tengah masyarakat, dimulai dari masjid-masjid perkampungan hingga ke tingkat kota. (Siska)

bisnisbanten.com