Gadget

Harga Gadget Makin Mahal, Apa Kaitannya dengan Perkembangan AI?

BISNISBANTEN.COM — Harga gadget seperti smartphone dan laptop berpotensi semakin mahal pada 2026. Salah satu faktor yang ikut mendorong kenaikan tersebut adalah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Teknologi yang semakin banyak digunakan dalam berbagai sektor ini ternyata turut memengaruhi permintaan komponen penting yang dibutuhkan untuk memproduksi perangkat elektronik.

Salah satu kaitan utama antara perkembangan AI dan kenaikan harga gadget terletak pada kebutuhan chip memori. Pusat data yang menjalankan layanan AI membutuhkan kapasitas memori besar untuk memproses dan menyimpan data. Komponen seperti DRAM dan high-bandwidth memory (HBM) menjadi bagian penting dalam mendukung kinerja sistem tersebut.

Ketika perusahaan teknologi berlomba-lomba membangun pusat data AI, permintaan terhadap chip memori ikut meningkat. Produsen semikonduktor pun menghadapi tekanan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Menurut IDC, sebagian kapasitas produksi memori dialihkan untuk memenuhi permintaan komponen yang digunakan pada infrastruktur AI. Akibatnya, pasokan memori konvensional untuk smartphone dan komputer menjadi lebih terbatas.

Advertisement

Memori merupakan salah satu komponen penting dalam gadget. Pada smartphone, RAM membantu perangkat menjalankan aplikasi dan berpindah antaraplikasi dengan lancar, sedangkan penyimpanan internal digunakan untuk menyimpan foto, video, aplikasi, dan berbagai berkas. Laptop juga membutuhkan RAM dan penyimpanan untuk menunjang aktivitas pengguna.

Ketika harga komponen tersebut meningkat, produsen perlu mengeluarkan biaya lebih besar untuk membuat perangkat baru. Sebagian kenaikan biaya mungkin ditanggung perusahaan, tetapi sebagian lainnya dapat diteruskan kepada konsumen melalui harga jual yang lebih tinggi. Gartner pada Februari 2026 memperkirakan kenaikan harga gabungan DRAM dan SSD dapat mendorong harga PC naik 17 persen dan smartphone naik 13 persen sepanjang 2026 dibandingkan 2025. Angka tersebut merupakan proyeksi, bukan kenaikan yang pasti terjadi pada setiap produk.

Perangkat yang dilengkapi fitur AI memang dapat membutuhkan kemampuan pemrosesan dan kapasitas memori yang lebih besar, terutama jika sebagian pemrosesan dilakukan langsung di perangkat. Namun, bukan berarti setiap gadget yang memiliki fitur AI otomatis lebih mahal. Harga akhir tetap dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kelas produk, jenis prosesor, kapasitas RAM, penyimpanan, layar, kamera, serta strategi penetapan harga masing-masing merek.

(Sarah)

bisnisbanten.com