BI Banten Perluas Akses Rupiah hingga Pulau Tunda

BISNISBANTEN.COM – Bank Indonesia (BI) Banten kembali menyeberang ke Pulau Tunda, Kabupaten Serang, untuk mendekatkan akses layanan Rupiah dan keuangan kepada masyarakat di wilayah kepulauan.
Melalui Kas Keliling Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB), BI menghadirkan layanan penukaran uang Rupiah sekaligus memberikan edukasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dan penggunaan QRIS kepada warga.
Kepala Desa Wargasara, Hasim, mengatakan kehadiran BI di Pulau Tunda memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Terlebih, akses warga terhadap layanan penukaran uang tidak semudah masyarakat di wilayah perkotaan.
“Alhamdulillah, ini sudah kelima kalinya BI hadir menyapa masyarakat dengan program penukaran uang Rupiah, sekaligus sosialisasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah dan pembayaran digital QRIS. Kami merasa sangat terbantu,” katanya, Selasa (29/9/2026).
Menurut Hasim, layanan tersebut memudahkan masyarakat mendapatkan uang Rupiah yang layak edar. Di sisi lain, edukasi mengenai QRIS membuka pengetahuan baru bagi warga mengenai alternatif transaksi pembayaran secara digital.
Antusiasme warga juga terlihat dari banyaknya masyarakat yang memanfaatkan layanan penukaran uang. Salah satunya Rahmawati yang menukarkan uang pecahan Rp100 ribu miliknya yang sobek.
“Ya senang lah, apalagi kalau ada uang sobek, uang pecahan yang ujungnya hilang atau disobek-sobek itu kan bisa ditukarkan karena memang kan nggak ada potongan,” ujar Rahmawati.
Sebagai warga yang sehari-hari berdagang, Rahmawati mengaku uang layak edar penting untuk mendukung aktivitas transaksi. Ia berharap layanan BI dapat hadir lebih sering di Pulau Tunda.
“Kalau ada dananya, sanggupnya, senang sih sebulan sekali,” ucapnya.
Menurut Rahmawati, warga bahkan kerap menantikan kedatangan layanan BI.
“Kadang ditunggu-tungguin, ‘kapan sih ada BI, kapan ada BI lagi?’ katanya begitu,” tuturnya.
Selain layanan Rupiah, ekspedisi BI Banten kali ini juga membawa layanan kesehatan gratis dengan dukungan Rumah Sakit Fatimah.
Sebanyak 100 warga Pulau Tunda mendapat kesempatan melakukan pemeriksaan kesehatan. Salah satunya Nurjana, sekitar 50 tahun, yang memeriksakan sejumlah keluhan seperti gatal-gatal, asam urat, dan tekanan darah.
“Gatal, terus darah tinggi lagi ini,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa ekspedisi ke wilayah kepulauan tidak hanya berfokus pada layanan penukaran uang, tetapi juga memperluas edukasi sistem pembayaran dan memberikan manfaat sosial secara langsung kepada masyarakat Pulau Tunda.









