Banten24

Dongkrak Pelayanan Publik, Pemkot Serang Gelar Lomba Inovasi Daerah 2026

BISNISBANTEN.COM — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang resmi membuka rangkaian pendaftaran dan penginputan Indikator Inovasi Daerah dalam ajang Lomba Inovasi Daerah Tingkat Kota Serang 2026.

Tahapan penginputan berkas telah dimulai sejak 14 September dan direncanakan berlangsung hingga akhir Oktober 2026 mendatang.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Serang Hari W. Pamungkas menjelaskan, bahwa kegiatan tahunan ini digelar untuk menjaring kreativitas serta ide inovatif dari seluruh aparatur sipil negara (ASN) maupun pegawai di lingkungan Pemkot Serang.

Advertisement

“Tujuannya, tentunya kita kan terkait dengan riset dan inovasi daerah merupakan bagian dari pembangunan. Sehingga dengan adanya lomba inovasi ini diharapkan seluruh pegawai Pemerintah Kota Serang bisa memberikan kontribusi terhadap pembangunan Kota Serang,” kata Hari, Kamis (17/09/26).

Selain mendorong partisipasi pegawai, Hari menegaskan bahwa sasaran utama dari setiap inovasi yang dilahirkan adalah efektivitas layanan kepada masyarakat luas.

“Yang kedua untuk melakukan peningkatan pelayanan publik. Karena dengan inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Serang ini pasti goal-nya, tujuan akhirnya adalah untuk meningkatkan pelayanan publik,” ujar Hari.

“Peningkatan pelayanan publik ini kan bermanfaat buat masyarakat. Sehingga dengan itu diharapkan pertumbuhan ekonomi bisa meningkat, kesejahteraan masyarakat bisa meningkat, kenyamanan, dan transparansi pelayanan publik juga ada lebih baik lagi,” lanjutnya.

Hari mengungkapkan, ajang ini melibatkan seluruh elemen pemerintahan di Kota Serang tanpa terkecuali, mulai dari dinas, puskesmas, hingga instansi pendidikan.
“Seluruh pegawai se-Kota Serang. Dari puskesmas ada, dari guru SD, SMP, dan semua kelurahan itu semua ikut,” tutur Hari.

Mengenai bentuk inovasi yang diperlombakan, ia menyebutkan bahwa gagasannya tidak terbatas pada pengembangan teknologi atau sistem informasi semata, melainkan juga mencakup penyederhanaan tata kelola dan regulasi.

“Inovasi kan macam-macam ya. Ada yang basis teknologi, ada yang non-teknologi. Dengan perubahan kebijakan, perubahan regulasi, ataupun perubahan SOP itu kan bagian dari inovasi,” jelas Hari.

“Misalnya dalam satu pekerjaan ada enam tahap, ternyata dengan tiga tahap hasil inovasi tetap bisa memberikan layanan terbaik. Nah, yang tiga tahap itu bisa menjadikan inovasi daerah. Kalau sistem ya sudah banyaklah, sistem A, sistem B yang memudahkan masyarakat untuk akses ke pemerintah daerahnya,” tambahnya.

Seluruh inovasi yang masuk dalam ajang ini nantinya akan dilaporkan secara resmi ke tingkat pusat melalui sistem yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

“Tentunya kita semua masukkan dalam report ke BRIN ya. Karena yang menjadi leading sector secara kedinasan yaitu BSKDN (Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri) dari Kemendagri kemudian bekerja sama dengan BRIN. Nanti semua dihimpun dan dimasukkan ke sistem yang ada di mereka,” paparnya.

Pelaporan tersebut akan menentukan penilaian Indeks Inovasi Daerah Kota Serang. Hari optimistis Kota Serang dapat mempertahankan predikat daerah inovatif sebagaimana capaian pada tahun sebelumnya.

“Dengan begitu ini kan nanti ada penilaian ke Kota Serang, Indeks Inovasi Daerahnya berapa, sehingga mempengaruhi apakah Kota Serang ini inovatif, sangat inovatif, atau tidak,” terang Hari.

Menurut Hari tahun lalu Pemkot Seranf salah satu Pemda yang sangat inovatif. Dengan banyaknya inovasi sekaligus kualitas inovasi yang dihasilkan oleh Pemerintah Kota Serang ini sangat bagus, sehingga diganjar hadiah oleh pemerintah pusat.

Mengenai antusiasme peserta, Hari mencatat adanya peningkatan signifikan jumlah inovasi yang terinput dibandingkan dengan baseline pada tahun 2025.

“Kan ngejar itu kita berkaca dari baseline tahun 2025 ya, kita masuk Pemda yang sangat inovatif dengan nilai 66, itu kurang lebih 60 inovasi yang masuk di situ. Nah, sekarang saja sudah 77 inovasi yang terinput,” ungkapnya.

“77 inovasi nanti akan diadu siapa pemenangnya. Jadi dari sisi jumlah sudah meningkat, nanti kualitas dari inovasi juga kita ukur semua bersama kerja sama dengan BRIN dan BSKDN,” lanjut Hari.

Proses penilaian dan penjurian ajang Lomba Inovasi Daerah ini ditargetkan selesai pada kurun waktu 20-an Oktober 2026. Menutup keterangannya, Hari menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendampingi jalannya program ini.

“Terima kasih kepada seluruh perangkat daerah dan inovator yang telah berproses bersama dalam rangkaian pendampingan inovasi tahun ini. Mari terus jaga semangat berinovasi dan bersiap mematangkan karya terbaik untuk mengikuti Lomba Inovasi Daerah Tingkat Kota Serang 2026,” pungkas Hari. (Siska)

bisnisbanten.com