Pendidikan

Young AgroTech 1.0: Universitas Pamulang Ajak Siswa SMK YP Fatahillah 2 Cilegon Belajar Smart Farming dan AI

BISNISBANTEN.COM — Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang Kampus Kota Serang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Young AgroTech 1.0 – Data & AI Literacy” di SMK YP Fatahillah 2 Cilegon. Kegiatan yang diikuti oleh 46 siswa ini mengangkat pemanfaatan data dan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu memahami permasalahan sederhana di bidang pertanian dan lingkungan.

Kegiatan dipimpin oleh Widyawati, S.Kom., ST., M.Kom., Dosen Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang, bersama tim dosen Ikhwan, S.Kom., M.Kom. dan mahasiswa. Program dirancang dengan pendekatan Project-Based Learning, sehingga siswa tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam proses identifikasi masalah, membaca data, melakukan visualisasi, menganalisis informasi, memanfaatkan AI sederhana, hingga menyusun rekomendasi.

Dalam pemaparannya, Widyawati menjelaskan bahwa perkembangan teknologi AI perlu diimbangi dengan kemampuan generasi muda dalam memahami data serta menggunakan teknologi secara kritis dan bertanggung jawab.

“AI bukan hanya tentang menggunakan aplikasi atau mendapatkan jawaban secara otomatis. Di balik AI terdapat data, proses analisis, model, interpretasi, serta keputusan manusia. Melalui Young AgroTech, kami ingin siswa mulai mengenal bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membantu membaca persoalan pertanian dan lingkungan,” jelas Widyawati.

Advertisement

Kegiatan diawali dengan pre-test literasi data dan AI untuk mengetahui pemahaman awal peserta. Selanjutnya, siswa mendapatkan pengenalan mengenai konsep dasar data, Artificial Intelligence, Responsible AI, serta berbagai contoh penerapan teknologi dalam sektor pertanian modern atau smart farming.

Peserta juga diperkenalkan dengan alur pemecahan masalah berbasis data, mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data, visualisasi, analisis atau penggunaan AI, interpretasi hasil, penyusunan rekomendasi, hingga presentasi hasil.

Untuk memperkuat pemahaman, para siswa kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok dan mengikuti kegiatan mini project. Beberapa tema yang diperkenalkan meliputi Smart School Garden, Green School, School Food & Agro, Local Agro Data, serta Image-Based AI.

Salah satu mini project yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Smart School Garden, yaitu simulasi analisis sederhana terhadap data pertumbuhan tanaman. Siswa diberikan dataset yang memuat beberapa variabel seperti tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah air atau volume penyiraman, suhu, kelembapan, serta hari pengamatan.

Data tersebut kemudian diolah dan divisualisasikan dalam bentuk grafik untuk melihat pola pertumbuhan tanaman dari waktu ke waktu. Siswa juga diarahkan untuk membaca hubungan sederhana antarvariabel, misalnya perubahan tinggi tanaman dibandingkan dengan jumlah daun, volume air, suhu, dan kelembapan.

Pada tahap berikutnya, siswa diperkenalkan dengan penggunaan AI sederhana untuk melakukan prediksi pertumbuhan tanaman. Melalui aktivitas ini, peserta dapat melihat bahwa hasil prediksi AI dibentuk dari data yang tersedia.

Namun, kegiatan tidak berhenti pada memperoleh hasil prediksi. Siswa juga dilatih untuk mempertanyakan dan mengevaluasi hasil yang diberikan oleh AI. Peserta diminta mengidentifikasi keterbatasan data, kemungkinan adanya faktor lingkungan yang belum tercatat, keterbatasan model, serta pentingnya verifikasi manusia sebelum mengambil keputusan.

Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada prinsip dasar Responsible AI, yaitu penggunaan kecerdasan buatan secara kritis, transparan, dan tetap melibatkan pertimbangan manusia. Siswa juga memahami bahwa hubungan yang terlihat dalam data belum tentu menunjukkan hubungan sebab-akibat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi Young AgroTech Project Showcase, di mana setiap kelompok mempresentasikan hasil mini project yang telah dikerjakan. Presentasi mencakup permasalahan yang dipilih, data yang digunakan, hasil visualisasi, pemanfaatan analitik atau AI, interpretasi hasil, keterbatasan data dan model, serta rekomendasi yang diusulkan.

Melalui kegiatan presentasi tersebut, siswa tidak hanya belajar mengenai teknologi, tetapi juga mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, kreativitas, berpikir kritis, problem solving, serta computational thinking.

Sebagai bagian dari evaluasi, peserta mengikuti post-test untuk mengukur perubahan pemahaman mengenai literasi data, Artificial Intelligence, pengambilan keputusan berbasis data, dan penggunaan AI secara bertanggung jawab. Hasil evaluasi tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan program dan kegiatan pendampingan selanjutnya bersama sekolah mitra.

Program Young AgroTech 1.0 – Data & AI Literacy diharapkan dapat meningkatkan literasi data dan AI siswa sekaligus memperkenalkan konsep transformasi digital di bidang pertanian kepada generasi muda.

Ke depan, Program Studi Sistem Informasi Universitas Pamulang merencanakan pengembangan Young AgroTech 2.0 yang dapat diarahkan pada implementasi Smart School Garden berbasis Internet of Things (IoT), monitoring kondisi tanaman menggunakan sensor, serta pengambilan keputusan berbasis data.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Universitas Pamulang terus memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus membangun kolaborasi dengan sekolah dalam mempersiapkan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan memiliki kepedulian terhadap pertanian serta lingkungan.

Young AgroTech 1.0: Smart Data, Smart Farming, Smart Future.

bisnisbanten.com