Jelang Iduladha, BI Banten Optimistis Inflasi Tetap Terkendali dan di Bawah Nasional

BISNISBANTEN.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten memproyeksikan tekanan inflasi di wilayah Banten menjelang Hari Raya Iduladha 1447 H/2026 M akan tetap stabil dan tidak mengalami lonjakan yang signifikan.
Kepala KPw BI Provinsi Banten Ameriza M. Moesa mengungkapkan, bahwa berdasarkan pemantauan berkala, tren harga sejumlah komoditas utama terpantau masih menunjukkan penurunan.
“Kita ada survei mingguan, namanya Survei Pemantauan Harga (SPH). Kalau minggu lalu trennya masih turun. Untuk data yang terkini masih belum ada kenaikan, bahkan untuk komoditas daging ayam ras sekarang posisinya berada di – 0,07 persen,” kata Ameriza.
Menurut Ameriza, karakteristik konsumsi masyarakat menjelang Iduladha sangat berbeda dengan momen Ramadan dan Idulfitri. Pola belanja masyarakat cenderung lebih menahan diri dan tidak berlebihan.
“Kalau Iduladha ini kan ibaratnya puasa (sunah) hanya dua hari, dan masyarakat biasanya tidak foya-foya (dalam berbelanja). Berbeda sekali dengan momen Ramadan. Jadi, kalaupun nanti memang ada kenaikan harga, saya rasa tidak akan terlalu signifikan,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ameriza juga membagikan kabar baik mengenai capaian inflasi Provinsi Banten pada periode April lalu. Inflasi Banten tercatat sukses ditekan hingga berada di bawah rata-rata inflasi nasional.
“Inflasi nasional pada bulan April berada di angka 2,42 persen. Alhamdulillah, pada periode yang sama, inflasi Banten berhasil menyentuh angka 2,14 persen. Kita kembali berada di bawah angka nasional, dan ini menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, salah satu faktor melandainya inflasi ini adalah hilangnya dampak base effect dari penyesuaian tarif listrik masa lalu. “Dulu sempat ada dampak dari hilangnya diskon listrik yang memicu kenaikan (inflasi). Nah, sekarang kondisinya sudah kembali normal, base effect-nya sudah hilang,” tambahnya.
Selain faktor teknis tersebut, penurunan inflasi di Banten pada bulan April juga didorong oleh normalnya harga-harga di kelompok pengeluaran makanan dan minuman pasca-hari raya Idulfitri.
“Terutama memang sudah ada penurunan dari inflasi makanan dan minuman. Setelah Lebaran di bulan Maret, masuk ke bulan April harga-harga sudah mulai normal kembali, sehingga inflasi ikut turun,” pungkas Ameriza.(siska)









