Lokasi Pelepasan Jemaah Haji Kota Serang Dipindah ke KSB, Kloter Pertama Berangkat 29 April

BISNISBANTEN.COM – Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Kota Serang mengonfirmasi adanya perubahan lokasi pelepasan jemaah haji tahun 2026. Lokasi yang semula direncanakan di Alun-alun Kota Serang, kini resmi dipindahkan ke kawasan Kota Serang Baru (KSB), tepatnya di lapangan depan Kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umroh Kota Serang Umi Sahiyah menjelaskan, bahwa keputusan ini diambil berdasarkan hasil rapat lanjutan guna menghindari kemacetan parah di pusat kota.
“Karena jatuh pada hari kerja, Rabu, jam pelepasannya bertepatan dengan jam pulang kerja sekitar pukul 16.00 WIB. Kalau di Alun-alun pasti sangat krodit (macet). Maka dialihkan ke KSB (Pemkot) agar pengaturan lalu lintas lebih lancar,” ujar Umi usai rapat koordinasi, Senin (20/04/26).
Untuk tahun ini, Kota Serang memberangkatkan total 770 jemaah yang terbagi ke dalam dua kloter. Kloter pertama Kota Serang (Kloter 8) dijadwalkan berangkat pada Rabu, 29 April 2026.
Umi menyebutkan terdapat sedikit pergeseran jadwal penerbangan untuk kloter 8. “Ada kemajuan jadwal sekitar satu jam. Rencananya jemaah akan dilepas langsung oleh Gubernur Banten pada pukul 17.00 WIB menuju Asrama Haji Cipondoh, Tangerang,” tuturnya.
Adapun rincian jemaah untuk Kloter 8 berjumlah 393 orang. Sementara untuk kloter kedua dijadwalkan menyusul pada bulan Mei mendatang.
Terkait adanya penurunan jumlah jemaah dibanding tahun lalu, Umi menjelaskan hal tersebut murni karena kuota sistem dan database pusat. Selain itu, terdapat beberapa calon jemaah yang harus menunda keberangkatan karena berbagai faktor.
“Ada yang tunda karena belum pelunasan biaya, faktor kesehatan (istitha’ah), hingga kendala pendamping yang belum masuk porsi keberangkatan. Mereka yang tunda tahun ini otomatis akan masuk prioritas sistem untuk tahun depan,” jelasnya.
Mengingat adanya pemeriksaan kesehatan tahap ketiga di embarkasi yang bersifat menentukan (layak atau tidak layak terbang), Umi mengimbau jemaah untuk menjaga kondisi fisik secara ekstra.
“H-14 sebelum berangkat, jemaah harus istirahat total, konsumsi vitamin, dan rileksasi agar tensi tetap stabil. Cuaca di Arab Saudi sangat berbeda dengan Indonesia, jadi waspadai dehidrasi. Jangan sampai kondisi drop saat pemeriksaan akhir di embarkasi,” tegas Umi.
Menanggapi isu geopolitik di Timur Tengah, Umi memastikan hingga saat ini tidak ada kendala bagi jemaah haji Indonesia. Hal ini dikarenakan skema penerbangan yang digunakan adalah penerbangan langsung (direct flight).
“Insyaallah tidak ada masalah karena penerbangan kita direct dari Soekarno-Hatta langsung ke Jeddah atau Madinah. Jalur udaranya berbeda dengan pesawat yang harus transit di Dubai atau Abu Dhabi, jadi otoritas memastikan jalur aman,” pungkasnya.
Saat ini, persiapan teknis yang melibatkan Disdukcapil, Kepolisian, Dinas Lingkungan Hidup, dan Pemkot Serang dilaporkan sudah mencapai 85 persen.
Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) I Kota Serang Anton Gunawan menyatakan, bahwa pemilihan KSB didasari atas evaluasi lalu lintas. Mengingat keberangkatan jatuh pada hari kerja, kondisi di sekitar Alun-alun diprediksi akan sangat padat.
“Pertimbangannya adalah sisi keamanan dan lalu lintas. Kalau di Alun-alun, hari biasa saja sudah lumayan padat, apalagi saat pemberangkatan haji. Maka hasil rapat menetapkan lokasi di KSB agar lebih terfokus dan terkendali,” ujar Anton.
Pemkot Serang menyadari tradisi masyarakat yang mengantar jemaah dalam jumlah besar. Untuk itu, pemkot akan memberlakukan pembatasan akses masuk ke area utama Pemkot Serang.
“Kami mengimbau keluarga jemaah untuk memaklumi keterbatasan lahan. Yang diperbolehkan masuk ke area utama hanya mobil jemaah haji plus satu pendamping untuk membantu membawa barang bawaan. Ini agar tidak mengganggu petugas Satpol PP dan Dinas Perhubungan yang sedang berjaga,” jelas Anton.
Menurutnya untuk mengantisipasi membludaknya kendaraan pengantar, sejumlah kantong parkir telah disiapkan, antara lain Lapangan Bola seberang Kantor Pemkot Serang, kemudian lapangan Bola arah Bogeg, dan sepanjang bahu jalan yang diatur petugas.
“Kita juga akan menutup jalur dari jembatan Bogeg menuju arah KSB untuk sterilisasi area dan akan berkoordinasi dengan pengurus RW setempat terkait penggunaan lahan parkir lingkungan,” terang Anton.
Pada Kloter 8 ini, tercatat ada sekitar 80 jemaah kategori lanjut usia (lansia). Pemkot Serang telah menyiapkan 10 bus serta kendaraan pendamping seperti ambulans untuk memastikan kenyamanan jemaah.
“Karena banyak jemaah lansia, kami sudah berkomunikasi dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) agar keluarga benar-benar membantu proses angkut barang secara mandiri, sehingga petugas kami bisa fokus pada pengaturan teknis dan keamanan,” tambahnya.
Persiapan pemberangkatan ini melibatkan kolaborasi masif antar instansi. Selain kepolisian dan TNI untuk pengamanan, Pemkot juga menggandeng Perumdam untuk penyediaan pasokan air bersih. DPUPR Provinsi untuk penyediaan toilet portable dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menjaga kebersihan dan perapihan ranting pohon di sepanjang jalur KSB guna keamanan armada bus.
Anton memprediksi sekitar 800 orang akan memadati kawasan Pemkot Serang pada saat hari keberangkatan. Skema yang sama juga rencananya akan diterapkan untuk pemberangkatan kloter kedua pada bulan Mei mendatang.(siska)









