Banten24

Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Meningkatnya Ketidakpastian Global

BISNISBANTEN.COM Rapat Dewan Komisioner Bulanan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 1 April 2026 menilai stabilitas Sektor Jasa Keuangan (SJK) terjaga di tengah dinamika perekonomian global dan domestik.

Kinerja perekonomian global ke depan pada layar yang meningkat seiring dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Teluk, telah meningkatkan risiko terhadap stabilitas global. Perkembangan tersebut mengganggu operasional infrastruktur energi di kawasan Timur Tengah dan memicu penutupan Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi global. Kondisi ini mendorong kenaikan harga energi dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan global.

OECD dalam Interim Economic Outlook pada Maret 2026 memproyeksikan prospek perekonomian global berada pada jalur penguatan sebelum terjadinya perang, namun kini mengalami koreksi akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Advertisement

Tingginya tekanan global dan tekanan harga energi juga membatasi ruang kebijakan moneter bagi bank sentral global, sekaligus memunculkan ekspektasi tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama .

Perekonomian Amerika Serikat menunjukkan kecenderungan penekanan pada tingkat inflasi yang terus-menerus dan peningkatan tingkat kemiskinan. Pada pertemuan bulan Maret 2026, The Fed mempertahankan kebijakan suku bunga dengan sinyal hanya satu kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun 2026. Namun pasca -eskalasi konflik Iran, ekspektasi pasar bergeser ke skenario tidak adanya pemangkasan suku bunga di tahun 2026.

Sementara itu, perekonomian Tiongkok mencatat kinerja di atas ekspektasi yang mendorong perbaikan sisi permintaan dan penawaran, serta dukungan stimulus pada sektor keuangan. Meskipun demikian, Tiongkok tetap menurunkan target pertumbuhan sebagai respons terhadap tantangan struktural dan perlindungan eksternal yang masih berlanjut.

Di domestik, inflasi inti per Maret 2026 mengalami penurunan. Aktivitas konsumsi tetap kuat di awal tahun yang tercermin dari pertumbuhan penjualan ritel yang diperkirakan mencapai 6,89 persen yoy serta kinerja penjualan kendaraan bermotor yang solid. Dari sisi penawaran, kinerja ekonomi tetap positif meskipun menunjukkan moderasi, yang tercermin dari PMI manufaktur yang masih ekspansif. Dari sisi ketahanan eksternal, cadangan devisa pada Februari 2026 di level memadai dan mencatatkan surplus neraca perdagangan.

Advertisement
bisnisbanten.com