Perkuat Sinergi RKUD, Bank Banten Siapkan ‘Loan Commercial Center’ dan Ekspansi Kredit di 2026

BISNISBANTEN.COM – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) tbk, atau biasa di sebut Bank Banten terus memacu akselerasi bisnis dan pelayanan di tahun 2026. Fokus utama bank pembangunan daerah ini adalah memperluas pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) ke seluruh kabupaten/kota di Provinsi Banten serta memperkuat fasilitas pembiayaan yang aman dan strategis.
Salah satu fokus utama saat ini adalah penguatan layanan di Kota Serang, yang telah mempercayakan pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kepada Bank Banten.
Pengelolaan ini mencakup seluruh organisasi perangkat daerah hingga Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), termasuk RSUD Kota Serang dan sektor pendidikan.
Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menyatakan bahwa pihaknya tengah gencar melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan berbagai kepala daerah serta pemangku kepentingan untuk melaporkan perkembangan kinerja sekaligus memohon dukungan sinergi ke depan.
Untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur, Bank Banten berencana mendirikan Loan Commercial Center. Fasilitas ini dirancang khusus untuk mengakomodasi dan mempercepat pemberian kredit modal kerja (KMK) bagi para kontraktor yang mengerjakan proyek berbasis APBD.
“Kami berencana mendirikan Loan Commercial Center untuk mengakomodasi dan memberikan percepatan pelayanan fasilitas kredit KMK kontraktor. Targetnya tidak hanya di Kota Serang, tapi seluruh kabupaten, kota, dan provinsi di Banten,” ujar Busthami, dikutip pada Senin (30/03/26).
Terkait besaran pinjaman, Busthami menjelaskan bahwa nilai plafon akan disesuaikan dengan kebutuhan proyek dan hasil koordinasi dengan dinas terkait seperti PUPR dan Perkim.
Hingga saat ini, Bank Banten telah mengelola RKUD untuk Kabupaten Lebak, Kota Serang, dan Kabupaten Pandeglang. Busthami berharap kabupaten/kota lain segera menyusul dalam waktu dekat.
“Pengelolaan RKUD bukan sekadar tata kelola keuangan, tapi bukti keikutsertaan Bank Banten dalam pembangunan daerah. Hasil akhir tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan bisnis yang signifikan berkat kepercayaan pengelolaan RKUD dan pembiayaan ini,” tambahnya.
Di sisi lain, Direktur Bisnis Bank Banten, Slamet Riyadi, mengungkapkan bahwa bank sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke segmen Kredit Pemilikan Perumahan (KPR). Saat ini, proses perizinan tengah ditempuh agar layanan tersebut bisa segera dinikmati masyarakat umum.
Meskipun saat ini fokus utama masih pada ASN dan kredit berbasis APBD yang dinilai lebih aman (secure), Bank Banten mulai merambah sektor UMKM.
“Untuk masyarakat luas, UMKM sudah mulai kita masuki dengan berbagai metode, salah satunya melalui channeling. Prinsipnya, kami ingin menyalurkan kredit dengan aman agar bank bisa bertumbuh lebih kuat,” kata Slamet.
Menjawab tantangan zaman, Bank Banten sedang membangun pondasi digitalisasi yang kokoh. Produk-produk digital seperti kartu kredit digital dan layanan e-commerce sedang dalam tahap persiapan.
Dalam hal digitalisasi UMKM, Bank Banten mencatatkan progres positif. Dari sekitar 7.000 UMKM di Banten, saat ini sudah ada sekitar 2.000 QRIS Bank Banten yang beredar dan digunakan oleh para pelaku usaha.
Dengan berbagai inovasi ini, Bank Banten optimis dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang handal bagi seluruh masyarakat di Tanah Jawara.(siska)









