Ekonomi

Jelang Ramadan-Idul Fitri, BI Banten Siapkan Rp3,2 Triliun Uang Layak Edar, Meningkat 4,8 Persen Dibanding Tahun Sebelumnya

BISNISBANTEN.COM Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten menyiapkan uang layak edar sebesar Rp3,2 triliun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan dan Idulfitri 2026. Jumlah tersebut meningkat 4,8 persen dibandingkan kebutuhan pada periode yang sama tahun sebelumnya. Hal itu diungkapkan Kepala Bank Indonesia Provinsi Banten Ameriza M Moesa langsung kepada media, Kamis (12/2/2026).

Kepala Perwakilan BI Banten, Ameriza, menjelaskan bahwa peningkatan kebutuhan uang tunai merupakan pola musiman yang selalu terjadi menjelang bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri. Lonjakan transaksi konsumsi rumah tangga, pembayaran tunjangan hari raya (THR), hingga tradisi berbagi uang pecahan kecil menjadi faktor utama meningkatnya kebutuhan uang kartal. “Untuk tahun ini diperkirakan kebutuhan mencapai Rp3,2 triliun. Rinciannya Rp2,78 triliun untuk pecahan besar dan Rp420 miliar untuk pecahan kecil. Angka ini meningkat 4,8 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp3,06 triliun,” ujar Ameriza.

Menurutnya, komposisi terbesar masih didominasi oleh pecahan besar karena digunakan untuk kebutuhan transaksi bernilai tinggi, seperti pembayaran grosir, distribusi barang, hingga kebutuhan usaha. Sementara itu, pecahan kecil tetap disiapkan dalam jumlah signifikan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam tradisi pemberian uang saat Lebaran.

Advertisement

Ameriza menegaskan bahwa penyediaan Rp3,2 triliun tersebut telah melalui perhitungan proyeksi kebutuhan berdasarkan tren historis dan pertumbuhan ekonomi daerah. BI memastikan ketersediaan uang layak edar dalam kondisi cukup dan berkualitas baik agar distribusi berjalan lancar di seluruh wilayah Banten.

“Kami berharap dengan penyediaan sebesar Rp3,2 triliun ini dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, baik yang melakukan penarikan melalui perbankan maupun masyarakat yang melakukan penukaran uang,” katanya. Untuk mendukung kelancaran distribusi, BI Banten kembali menghadirkan sejumlah layanan penukaran uang. Layanan tersebut meliputi kas keliling yang akan beroperasi di titik-titik strategis, layanan penukaran melalui loket perbankan, serta layanan terpadu yang dilakukan bersama sejumlah bank.

“Untuk kegiatan penukaran, seperti tahun lalu kita menyediakan layanan kas keliling. Kemudian layanan melalui loket perbankan. Yang ketiganya ada layanan terpadu bersama bank,” jelas Ameriza. Tahun ini, BI Banten menggandeng 10 bank dalam program penukaran uang terpadu. Kerja sama tersebut bertujuan memperluas jangkauan layanan agar masyarakat dapat menukar uang dengan lebih mudah, aman, dan tertib.

Selain memastikan ketersediaan uang tunai, BI juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan layanan penukaran resmi guna menghindari praktik percaloan atau penukaran tidak resmi yang berpotensi merugikan. Ameriza menambahkan, meskipun transaksi non-tunai terus meningkat melalui digitalisasi sistem pembayaran, kebutuhan uang kartal saat Ramadan dan Idulfitri tetap tinggi. Oleh karena itu, BI tetap menjaga keseimbangan antara sistem pembayaran tunai dan non-tunai agar aktivitas ekonomi berjalan optimal.

(***)

Advertisement
bisnisbanten.com