High Level Meeting, Pemprov dan TPID Banten Perkuat Kordinasi untuk Jaga Stok Pangan dan Tekan Inflasi

BISNISBANTNEN.COM – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Banten yakni Pemprov Banten dan Bank Indonesia bergerak cepat memastikan stabilitas harga dan ketersediaan stok pangan menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.
Gubernur Banten Andra Soni mengungkapkan, kolaborasi antarpihak menjadi kunci utama dalam menjaga angka inflasi. Merujuk pada data tahun 2025, Banten mencatatkan performa positif dengan inflasi sebesar 2,74 persen, angka yang berada di bawah rata-rata nasional.
“Alhamdulillah, inflasi di Provinsi Banten terjaga dengan baik. Tugas kita sekarang memastikan ketersediaan pasokan pangan aman untuk menyambut Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Andra Soni kepada awak media usai membuka High Level Meeting yang berlangsung di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Rabu (11/2).
Sebagai langkah nyata, Pemprov Banten akan menggencarkan program pro-rakyat seperti bazar murah, pasar murah, hingga peluncuran distribusi pangan ke berbagai titik. Namun, Andra juga menyoroti adanya anomali berdasarkan temuan Bank Indonesia (BI), di mana beberapa daerah penghasil justru mengalami inflasi yang cukup tinggi.
“Kita akan diskusi lebih lanjut dengan BI terkait temuan ini untuk memastikan distribusinya tetap lancar,” tambahnya.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten Ameriza M. Moesa mengingatkan, tim TPID untuk memberikan perhatian ekstra pada komoditas yang kerap menjadi pemicu inflasi saat hari besar keagamaan.
“Fokus kita adalah cabai merah, cabai rawit, bawang merah, telur, dan daging ayam ras. Kami ingin meskipun ada kenaikan karena permintaan yang meningkat, harganya tetap dalam batas wajar,” jelas Ameriza.
Untuk mengantisipasi permainan harga di pasar, BI bersama TPID akan meningkatkan intensitas inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan. Hal ini dilakukan guna memastikan tidak ada praktik penimbunan barang yang merugikan konsumen.
Perwakilan Polda Banten Yofie Giri menegaskan, Satgas Pangan telah diterjunkan untuk mengawal jalur distribusi dan stok di gudang-gudang penyedia.
“Kami pastikan tidak ada pasokan yang berkurang. Tim tindak kami juga memantau agar tidak ada pihak yang ‘bermain’ dengan stok bahan pangan sehingga menyusahkan masyarakat,” tegas Yofie. (susi)









