Entertainment

Rossiana Silalahi: Wartawati Harus Bawa Perspektif Gender dan Berani Lawan Pelecehan

BISNISBANTEN.COM – Wartawan senior Rossiana Silalahi menekankan pentingnya peran perempuan di ruang redaksi untuk mengimbangi dominasi perspektif maskulin dalam pemberitaan. Hal ini disampaikannya usai menghadiri acara Silaturahmi Wartawati Indonesia dalam rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang digelar di Provinsi Banten, pada Sabtu (07/02/26).

Menurut sosok yang akrab disapa Kak Ros ini, perempuan memiliki kelebihan berupa kepekaan atau sense yang mampu memberikan warna berbeda pada produk jurnalistik.

Rossiana menilai, selama ini arus informasi sering kali terjebak dalam kacamata maskulin. Padahal, ada banyak isu krusial yang memerlukan sudut pandang perempuan, terutama yang berkaitan dengan hak perempuan dan anak.

Advertisement

“Di sini pentingnya keberadaan perempuan di ruang redaksi untuk memberikan perspektif gender. Wartawati harus bisa memberikan warna yang memiliki keberpihakan pada perempuan dan anak,” ujar Rossiana, dikutip pada Senin (09/02/26).

Bagi para jurnalis perempuan yang bertugas di lapangan, Rossiana menitipkan dua pesan utama yaitu asah kemampuan dan militansi. Wartawati harus tetap kerja keras dan mengasah daya kritis agar mampu melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang relevan dengan kebutuhan publik. Kemudian jaga diri dan berani bersuara.

Ia menyoroti maraknya curhatan mengenai tindakan pelecehan yang dialami wartawati saat bertugas, Rossiana dengan tegas mengimbau agar rekan sejawatnya tidak membiarkan perlakuan tidak menyenangkan sekecil apa pun. Ia mendorong para wartawati untuk berani bersikap konfrontatif jika diperlukan.

“Teman-teman perempuan harus mengatakan dengan sangat jelas bahwa saya tidak suka diperlakukan seperti ini,” tegasnya.

Ia menawarkan dua pilihan sikap bagi wartawati yang menjadi korban pelecehan, yaitu memberikan pelajaran setimpal untuk menunjukkan bahwa wartawati tidak bisa diremehkan, dan melaporkan ke pihak kepolisian.

“Wartawati punya suara yang sama dengan mereka semua di lapangan. Jangan pernah diam ketika Anda mendapat perlakuan yang tidak pantas,” pungkasnya.(siska)

Advertisement
bisnisbanten.com