Gandeng LPK KJS, Pemkot Serang Targetkan 100 Warga Berkarir ke Jepang Tahun Ini

BISNISBANTEN.COM – Pemerintah Kota Serang terus berkomitmen menekan angka pengangguran dengan membuka peluang karir internasional.
Wakil Walikota Serang, Nur Agis Aulia, menyatakan bahwa pemerintah daerah menargetkan minimal 100 warga Kota Serang dapat diberangkatkan untuk bekerja di Jepang pada tahun ini.
Program ini merupakan bentuk fasilitasi teknis dari Pemkot Serang melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), mulai dari proses rekrutmen, sosialisasi, hingga jalinan kerja sama dengan mitra strategis.
“Sesuai arahan Pak Wali, kita konsentrasi tahun ini minimal 100 orang ke Jepang. Kita sudah memiliki mitra yang berjalan hampir empat tahun, yaitu KJS (Kokusai Jinzai Support),” ujarnya Selasa (03/01/26).
Direktur Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) KJS, Dita Widiya Oktavia menjelaskan, bahwa saat ini kebutuhan tenaga kerja di Jepang sangat tinggi, terutama pada empat sektor utama yaitu pertanian, Perawat Lansia (Caregiver), Otomotif, dan Ground Handling (Bandara).
“Untuk dapat berangkat, calon pekerja migran harus memenuhi dua syarat utama yang diterbitkan oleh Japan Foundation, yaitu Sertifikat Bahasa Jepang minimal level N4 (dari total 5 level), dan harus memiliki sertifikasi Specified Skilled Worker (SSW) sesuai bidang yang dilamar (misal: sertifikat perawat lansia atau otomotif),” ujarnya.
Terkait kesejahteraan, Dita mengungkapkan bahwa gaji bagi pekerja migran di Jepang cukup kompetitif. “Untuk pekerja migran sekitar Rp27 juta. Namun, ini tergantung sektornya. Untuk bidang seperti kargo atau magang biasanya berada di bawah angka tersebut,” jelasnya.
Selama masa pelatihan, para calon pekerja digembleng dengan disiplin ketat di asrama. Mereka dilatih bahasa, skill teknis, hingga tata krama budaya Jepang.
“Mereka bangun jam 5 pagi, briefing jam 7.30, dan dilarang menggunakan handphone selama hari kerja. HP hanya diberikan di akhir pekan jika nilai harian mereka mencapai target minimal 80,” tambah Dita.
Selama empat tahun kemitraan, LPK KJS telah memberangkatkan sekitar 40 hingga 50 warga Kota Serang ke Negeri Sakura.
Untuk mempermudah akses warga lokal, KJS berencana membuka kantor cabang pelatihan di Kota Serang tahun ini, yang sebelumnya berpusat di Tangerang Selatan.
Mengenai masa kontrak, pekerja di Jepang umumnya memiliki kontrak awal selama 1 tahun yang dapat terus diperpanjang.
“Di Jepang uniknya perusahaan yang justru berharap pekerja mau bertahan lama. Semakin lama komitmen calon pekerja untuk tinggal di Jepang saat interview, semakin tinggi peluang mereka diterima,” pungkas Dita.
Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas Disnakertrans Kota Serang Moch. Navis Hani mengatakan, terkait teknis pelatihan, Disnakertrans saat ini sedang menunggu arahan lebih lanjut dari Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang.
”Insyaallah minggu depan teknis, rincian, dan kebutuhannya sudah ada dari BBPVP. Untuk proses rekrutmen sendiri rencananya akan kita bicarakan pada pertengahan bulan depan,” tambahnya.
Untuk program ke Jepang ini, Pemkot Serang kembali mempercayakan pelatihan kepada PT KJS. Kerjasama ini telah memasuki tahun keempat dengan total alumni mencapai 40 orang yang sudah sukses diberangkatkan.
“Target kita 100 orang untuk ke Jepang tahun ini. Semuanya akan dilatih secara intensif oleh PT KJS agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar di sana,” tegas Navis.
Program ini diharapkan dapat menekan angka pengangguran di Kota Serang sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui penghasilan yang kompetitif di luar negeri.(siska)









