Gerak Cepat Tangani Rumah Roboh, Walikota Serang Gandeng BWA dan Optimalkan Kolaborasi Non-APBD

BISNISBANTEN.COM – Walikota Serang, Budi Rustandi, menunjukkan komitmen nyata dalam merespons musibah yang menimpa warganya. Didampingi jajaran terkait, Walikota menjenguk keluarga korban meninggal dunia akibat musibah rumah roboh sekaligus menyerahkan bantuan santunan dan perbaikan rumah, Selasa (03/02/26).
Dalam kunjungan tersebut, Budi Rustandi menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk memberikan dukungan moral dan materiil. Uniknya, bantuan yang diberikan kali ini tidak menggunakan dana APBD, melainkan hasil kolaborasi dengan Badan Wakaf Al-Qur’an (BWA).
“Hari ini kami hadir untuk memberi semangat kepada keluarga. Bantuan yang diberikan sebesar Rp10 juta untuk santunan kematian dan Rp10 juta untuk perbaikan rumah. Semuanya murni dari BWA tanpa menggunakan APBD,” ujarnya.
Menanggapi pertanyaan mengenai koordinasi di tingkat bawah, Walikota menjelaskan bahwa dirinya membuka pintu komunikasi selebar-lebarnya bagi warga. Ia mengaku sering menerima laporan langsung dari RT maupun RW tanpa harus menunggu birokrasi yang panjang.
“Saya sangat terbuka. Aduan warga, baik itu rumah roboh atau tersambar petir, banyak yang langsung ke handphone saya. Saya langsung respon cepat. Ini adalah bentuk kolaborasi dengan seluruh stakeholder untuk berbagi kebaikan,” tegasnya.
Di era kepemimpinannya bersama Pak Agis, Budi Rustandi mengklaim adanya peningkatan signifikan dalam penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Selain mengandalkan APBD dan BTT (Belanja Tidak Terduga), Pemkot Serang berhasil menggaet berbagai pihak swasta melalui program CSR.
“Semua kolaborasi. Kalau niatnya tulus, pasti ada jalannya. Tahun ini kenaikannya sangat signifikan dibanding sebelumnya,” tambah Budi.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Serang, Nofriady Eka Putra, merinci data penanganan rumah di Kota Serang. Berdasarkan asesmen BPBD, terdapat sekitar 150 rumah terdampak bencana.
“Sebanyak 51 rumah dibantu melalui APBD di Dinas Perkim, sisanya menggunakan anggaran BTT. Selain itu, kami mendapatkan dukungan masif dari CSR,” jelas Nofriady.
Adapun rincian bantuan CSR tersebut meliputi, dari PT Kawah 75 unit, PLN 2 unit, Buddha Tzu Chi: 100 unit (rencana), Lippo Group kurang lebih 200 unit, sedangkan dari APBN melalui Kementrian Perumahan Kawasan Permukiman (PKP) informasi terakhir ada 1.600 Unit RTLH yang akan dibangun di 2026.
Nofriady menambahkan bahwa berdasarkan data aplikasi “Si Baru” yang disinkronkan dengan Data Center, tercatat ada 7.650 unit RTLH di Kota Serang. Mayoritas tersebar di wilayah Kecamatan Kasemen, Walantaka, dan Serang.
“Untuk tahun 2026, Pemkot Serang mendapat kabar baik dari Kementerian PKP (APBN) yang rencananya akan membangun sekitar 1.600 unit rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” ujarnya.
“Kriterianya dilihat dari kondisi struktur bangunan, baik rusak ringan maupun sedang. Nilai bantuannya berkisar antara Rp5 juta, Rp10 juta, hingga maksimal Rp17 juta untuk kategori rusak parah. Bantuan ini diberikan dalam bentuk barang material bangunan,” pungkas Nofriady.(siska)









