Tahun 2026, Honda Banten Targetkan Penjualan 110 Ribu Unit

BISNISBANTEN.COM – PT Mitra Sendang Kemakmuran (MSK), main dealer sepeda motor Honda di wilayah Banten, mematok target optimistis untuk tahun 2026. Tidak tanggung-tanggung, MSK membidik angka penjualan sebesar 110.000 unit motor sepanjang tahun ini.
Target ini meningkat cukup signifikan dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 101 ribu unit atau sekitar 9 ribu unit .
General Manager PT MSK Elfa Ridhaswara menyatakan, optimisme ini didorong oleh pertumbuhan pasar yang stabil dan antusiasme konsumen yang tetap tinggi.
Salah satu faktor utama yang memicu rasa percaya diri Honda Banten adalah kesuksesan model-model baru dari PT Astra Honda Motor (AHM).
Elfa mengungkapkan bahwa All New Honda Vario 125 menjadi fenomena tersendiri di awal tahun 2026.
“Penjualannya sangat luar biasa. Baru saja diluncurkan di Banten, Vario 125 sudah terjual sekitar 4.000 unit,” ungkap Elfa.
Ia juga mencatat adanya pergeseran tren pilihan konsumen di Banten. Jika pada tahun-tahun sebelumnya model Scoopy dan BeAT mendominasi, kini peta persaingan di internal Honda mulai berubah.
“Untuk variannya yang paling banyak itu Vario 125, baru kemudian BeAT dan Scoopy. Ada pergeseran lah, kalau sebelumnya kan Scoopy dan BeAT yang di atas,” tambahnya.
Selain mengandalkan model baru, PT MSK juga mengusung strategi unik untuk memikat hati pelanggan melalui konsep Custom. Strategi ini bertujuan untuk memfasilitasi konsumen agar memiliki motor yang sesuai dengan kepribadian masing-masing.
“Strategi custom itu adalah upaya kami untuk mempersonalisasi setiap motor Honda agar cocok dengan personal masing-masing konsumen,” jelas Elfa. Ia bahkan memberi sinyal bahwa akan ada konsep kustomisasi yang lebih besar (major) di masa mendatang.
Meskipun dihantui dinamika geopolitik global, fluktuasi harga komoditas, hingga faktor cuaca yang dapat memengaruhi daya beli, Elfa tetap yakin ekonomi nasional akan berimbas positif pada industri roda dua.
Dukungan dari industri pembiayaan yang kuat melalui skema kredit juga dinilai menjadi tulang punggung yang menjaga stabilitas penjualan.
“Kami melihat di tahun 2025 penjualan kita luar biasa dengan pertumbuhan 3 persen dibanding 2024. Jika daya beli membaik, kita akan sangat menikmati imbasnya di industri otomotif,” tutup Elfa.(***)









