Banten24

Miliki Potensi Agrowisata, Kelurahan Umbul Tengah Andalkan Budidaya Kacang dan Jeruk Lokal

BISNISBANTEN.COM – Kelurahan Umbul Tengah selain membidik sekror wisata air, kini tengah serius membidik sektor agrowisata sebagai motor penggerak ekonomi wilayah.

Memanfaatkan kesuburan lahan dan semangat mandiri para petani, wilayah ini mengandalkan komoditas kacang tanah dan jeruk lokal sebagai daya tarik utama.

Lurah Umbul Tengah, Arifudin, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sudah memiliki modal kuat dalam pengembangan agrowisata. “Kita sudah mempunyai dua modal agrowisata. Yang pertama pohon jeruk dan yang kedua pohon kacang,” ujarnya dikutip pada Jum’at (16/01/26).

Advertisement

Salah satu keunikan pertanian di Umbul Tengah adalah sistem penjualannya yang terputus dari rantai tengkulak. Arifudin menjelaskan bahwa para petani setempat mengolah dan menjajakan hasil panennya secara langsung untuk menjaga nilai ekonomis tetap tinggi.

“Petani kita menjual kacang tidak melalui tengkulak, tapi langsung mengolah dan menjajakannya sendiri ke Kota Serang, Cilegon, bahkan sampai Tangerang,” kata Arifudin. Ia menambahkan, ciri khas penjual kacang gendong yang kerap ditemui di wilayah Banten sebagian besar berasal dari produksi petani Umbul Tengah.

Kondisi tanah yang cenderung berpasir di wilayah ini dinilai sangat cocok untuk tanaman kacang. Dalam kurun waktu sekitar 40 hari, petani sudah bisa menikmati hasil panen. Estimasi hasil panen untuk luasan 10 hektar bisa mencapai 3 hingga 5 ton, tergantung pada dukungan cuaca.

Menariknya, ketersediaan air dari sungai setempat membuat aktivitas pertanian tetap berjalan meski di musim kemarau. “Walaupun musim kemarau, petani mengambil air dari sungai. Jadi budidaya kacang di sini tetap menghasilkan,” tuturnya.

Selain kacang dan jeruk lokal (jeruk hijau yang segar untuk dikonsumsi langsung atau dijadikan jus), Kelurahan Umbul Tengah berencana melakukan diversifikasi tanaman. Arifudin menargetkan pelatihan budidaya melon bagi para petani untuk memperkaya varietas agrowisata yang ada.

Langkah ini dilakukan guna menunjang keberadaan wisata air yang sudah ada di wilayah tersebut, sehingga wisatawan tidak hanya menikmati pemandangan, tetapi juga bisa merasakan pengalaman memetik buah langsung dari pohonnya.

“Mudah-mudahan melalui pelatihan nanti, ilmunya bisa diterapkan untuk budidaya melon dan sejenisnya, guna menunjang wisata air yang ada di wilayah kita,” pungkasnya.(siska)

Advertisement
bisnisbanten.com