Pasca Banjir, Warga Grand Sutera Serang Berjibaku Bersihkan Lumpur dan Keluhkan Tumpukan Sampah

BISNISBANTEN.COM – Warga Perumahan Grand Sutera, Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, mulai kembali ke rumah masing-masing setelah banjir surut pada Rabu (14/01/26).
Meski air telah meninggalkan pemukiman, warga kini menghadapi tantangan berat berupa sisa lumpur pekat dan tumpukan sampah yang membludak.
Pantauan di lokasi menunjukkan warga sibuk memilah barang berharga yang masih bisa diselamatkan. Lumpur tebal tampak menempel di lantai dan dinding rumah, menciptakan aroma tidak sedap dan lingkungan yang licin.
Rika, salah seorang warga Blok D, menuturkan bahwa kondisi di dalam rumah sangat memprihatinkan. Banyak perabotan rumah tangga, terutama kasur dan dokumen penting, rusak akibat terendam air.
“Kami mulai memilah barang yang masih bisa digunakan dan menjemur kasur serta pakaian. Beberapa tetangga terpaksa tidur beralaskan lantai karena kasur mereka basah kuyup,” ujar Rika.

Selain masalah perabotan, warga juga mengeluhkan penumpukan sampah pasca banjir yang belum diangkut oleh petugas kebersihan. Hal ini dikhawatirkan dapat menjadi sumber penyakit jika dibiarkan terlalu lama.
Proses pembersihan rumah kian sulit karena banyak warga mengalami krisis air bersih. Kerusakan pada mesin pompa air (Sanyo) akibat terendam banjir menjadi penyebab utama.
Menyikapi hal ini, pengurus RT setempat berinisiatif meminta bantuan dari instansi terkait seperti Damkar Kota Serang untuk membantu menyemprot sisa lumpur di jalanan dan rumah warga. Sedangkan dari Basarnas menyediakan pasokan air bersih untuk kebutuhan sanitasi warga yang mesin airnya rusak.
Banjir kali ini bukanlah yang pertama. Dalam kurun waktu satu bulan terakhir, Perumahan Grand Sutera tercatat sudah tiga kali terendam banjir. Warga menilai meluapnya Sungai Parung yang melintasi pemukiman mereka menjadi penyebab utama.
“Kalau sungai tidak dinormalisasi, banjir akan terus berulang. Sudah tiga kali terjadi hanya dalam sebulan. Kami berharap pemerintah segera bertindak melakukan normalisasi sungai dan perbaikan drainase,” tegas Rika.
Saat ini, kondisi posko pengungsian di mushola dan masjid sekitar sudah mulai sepi karena warga memilih pulang untuk menjaga dan membersihkan rumah mereka. Warga berharap adanya langkah preventif nyata dari Pemerintah Kota Serang agar bencana serupa tidak menjadi agenda bulanan di wilayah mereka.(siska)









