Disparora Kota Serang: Pujasera Stadion Tampung 330 Pedagang, Targetkan PAD Rp900 Juta

BISNISBANTEN.COM – Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparora) Kota Serang resmi mulai melakukan penataan pedagang di area Pujasera Stadion Maulana Yusuf.
Meski peresmian (launching) dijadwalkan pada 10 Januari mendatang, para pedagang sudah diperintahkan untuk mulai mengisi lapak yang tersedia guna proses pendataan dan penataan awal.
Kepala Disparora Kota Serang, Zeka Bachdi, menjelaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan kawasan stadion steril dari pedagang gerobak yang kerap mengganggu jalur olahraga masyarakat.
“Kita pastikan masalah pedagang di stadion selesai. Fokusnya di satu titik, yaitu di Pujasera. Jadi tidak ada lagi pedagang yang memakai gerobak atau memenuhi jalur olahraga,” ujar Zeka saat ditemui pada Senin (22/12/25).
Zeka mengungkapkan bahwa saat ini terdapat 157 kios yang tersedia, sementara jumlah pedagang mencapai 330 orang. Untuk menyiasati keterbatasan tempat, pemerintah menerapkan dua skema perlakuan.
“Pertama adalah pedagang yang memang dia take away, take away itu pakai gerobak, orang beli pulang itu mungkin kita susun satu kios bisa dua atau tiga orang. Ada juga pedagang yang memang menjadi prioritas yaitu pedagang korban kasus lama ya, kita ikuti arahan dari pada Kejari Serang untuk di di-optimalkan dulu dan diutamakan terlebih dahulu mereka,” ungkapnya.
Zeka juga menegaskan bahwa pihaknya menutup pintu bagi pedagang baru dari luar area stadion. “Data sudah terkunci. Kalau dari luar masuk lagi, tempatnya tidak cukup. Kami utamakan yang sudah ada di sini dulu,” tegasnya.
Pujasera Stadion ini akan mengusung konsep communal space. Tidak ada lagi pedagang yang memiliki kursi pribadi. Semua kursi dan fasilitas tempat duduk, termasuk area lesehan (karpet), disediakan oleh pemerintah melalui kerja sama dengan sponsor seperti Bank Mandiri.
“Namanya juga Pujasera, kursi itu milik bersama. Pengunjung bebas beli di mana saja dan duduk di mana saja. Kita juga akan siapkan panggung hiburan,” kata Zeka.
“Panggung tersebut nantinya akan diisi oleh penampilan seni budaya khas Kota Serang, seperti Debus dan Rampak Bedug, Kajian Islami, dan ada Live Music/Band lokal,” imbuhnya.
Terkait kontribusi terhadap daerah, Zeka optimis proyek ini akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Estimasi retribusi yang dihasilkan diprediksi mencapai Rp800 juta hingga Rp900 juta per tahun. Namun, saat ini para pedagang belum dikenakan biaya karena masih dalam masa transisi penempatan.
Untuk memeriahkan acara launching pada Januari mendatang, Disparora berencana menggelar kegiatan menarik untuk menarik massa. “Rencananya ada Street Fighting atau Gebug Combat. Sifatnya lebih ke hiburan (fun) untuk masyarakat, bukan prestasi,” tutupnya.(siska)









