Lifestyle

8 Hal yang Bisa Jadi Pemicu Asma Kambuh, Ketahui Selengkapnya

BISNISBANTEN.COM – Asma adalah penyakit kronis pada saluran pernapasan yang ditandai dengan sesak akibat peradangan dan penyempitan pada saluran napas.

Gejala asma dapat berupa batuk, sesak napas, mengi, rasa berat di dada, dan variabilitas yang berkaitan dengan cuaca.

Faktor risiko asma meliputi faktor lingkungan, dan faktor psikologis. Pengobatan asma meliputi penggunaan inhaler dan obat-obatan, serta menghindari pemicu asma.

Advertisement

Pencegahan asma meliputi mengenali dan menghindari pemicu asma, mengikuti anjuran rencana penanganan asma dari dokter, dan melakukan langkah pengobatan yang tepat dengan mengenali penyebab serangan asma.

Asma adalah penyakit pernapasan kronis yang bisa kambuh kapan saja. Untuk mengelola kondisi ini dengan baik, penting untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat memicu kambuhnya asma.

Berikut adalah beberapa pemicu umum yang perlu diwaspadai:

1. Alergen

Advertisement

Alergen adalah salah satu penyebab utama kambuhnya asma. Alergen yang sering memicu asma meliputi serbuk sari seperti bunga, pohon, dan rumput melepaskan serbuk sari yang dapat memicu asma pada beberapa orang.

Debu juga bisa mempengaruhi misalnya tungau debu rumah yang biasa ditemukan di tempat tidur, karpet, dan furnitur.

Hewan peliharaan seperti bulu, air liur, dan kulit mati dari hewan peliharaan seperti kucing dan anjing juga dapat jadi pemicu. Terakhir ialah jamur seperti spora jamur di udara dapat memicu asma, terutama di lingkungan lembap.

2. Polusi Udara

Polusi udara, termasuk asap kendaraan, pabrik, dan asap rokok, dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memicu gejala asma. Paparan jangka panjang terhadap polusi udara juga dapat memperburuk kondisi asma.

3. Infeksi Saluran Pernapasan

Infeksi virus, seperti flu dan pilek, adalah pemicu umum kambuhnya asma. Infeksi ini dapat menyebabkan peradangan pada saluran pernapasan, sehingga memicu serangan asma.

4. Olahraga

Aktivitas fisik yang intens dapat memicu asma pada beberapa orang, terutama jika mereka berolahraga di lingkungan dingin atau kering. Ini dikenal sebagai asma yang dipicu oleh olahraga (exercise-induced asthma).

5. Cuaca dan Perubahan Iklim

Perubahan cuaca, terutama udara dingin atau lembap, dapat memicu gejala asma. Angin kencang yang membawa alergen juga dapat memperburuk kondisi ini.

6. Stres dan Emosi

Stres, kecemasan, dan emosi yang intens dapat memicu asma pada beberapa individu. Respon tubuh terhadap stres dapat menyebabkan penyempitan saluran pernapasan dan memicu serangan asma.

7. Zat Kimia dan Iritan

Paparan terhadap bahan kimia dan iritan di tempat kerja atau rumah, seperti parfum, produk pembersih, cat, dan asap, dapat memicu gejala asma.

8. Obat-obatan

Beberapa obat, seperti aspirin, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan beta-blocker, dapat memicu serangan asma pada beberapa individu. Penting untuk memberi tahu dokter tentang kondisi asma sebelum mengonsumsi obat-obatan baru.

Tips Mengelola Pemicu Asma

Untuk mencegah kambuhnya asma, berikut adalah beberapa langkah yang dapat diambil:

– Identifikasi dan Hindari Pemicu
Ketahui apa yang memicu asma Anda dan cobalah untuk menghindarinya sebisa mungkin.

– Gunakan Pengendali Asma
Ikuti rencana pengobatan yang direkomendasikan oleh dokter, termasuk penggunaan inhaler pengendali dan pereda.

– Tetap Bersih
Jaga kebersihan rumah untuk mengurangi paparan alergen seperti debu dan bulu hewan.

– Monitor Kualitas Udara
Periksa indeks kualitas udara harian dan hindari aktivitas luar ruangan saat kualitas udara buruk.

– Olahraga dengan Aman
Jika olahraga memicu asma Anda, konsultasikan dengan dokter tentang cara berolahraga dengan aman.

– Kelola Stres
Teknik relaksasi seperti meditasi dan pernapasan dalam dapat membantu mengelola stres dan mengurangi risiko kambuhnya asma.

Mengetahui pemicu asma kambuh adalah langkah penting dalam mengelola kondisi ini.

Dengan mengenali dan menghindari pemicu, serta mengikuti rencana pengobatan yang tepat, penderita asma dapat mengurangi frekuensi dan keparahan serangan, sehingga menjalani kehidupan yang lebih sehat dan aktif. (Sarah)

Advertisement
LANJUT BACA