PHRI Cilegon: Ekonomi Bisa Kacau Balau Kalau Pemerintah Tetapkan Lockdown

85
Ketua Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kota Cilegon Syarif Ridwan berfoto bersama Walikota Cilegon Edi Ariadi.

BISNISBANTEN.COM – Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kota Cilegon menyatakan, Industri hotel dan restoran di Indonesia mengalami dampak negatif yang cukup signifikan dari isu virus corona. Ketua Persatuan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kota Cilegon Syarif Ridwan mengamini, bahwa tidak hanya sektor hotel, restoran, dan pariwisata saja yang terdampak virus corona, Jumat (20/3/20).

Sektor-sektor industri lainnya juga sedikir banyak mengalami dampak negatif dari virus corona. Untuk itu, kata Syarif Ridwan, PHRI Cilegon berharap, agar pemerintah berhati-hati menetapkan status lockdown dalam menangani virus corona ini. Karena dapat membuat perekonomian Indonesia kacau balau.

“Memang dilema buat pemerintah (untuk menetapkan status lockdown), kami pun merasakan itu. Di sisi lain kita juga harus mencegah betul-betul penyebaran corona, tapi kalau sampai menetapakan status lockdown, ekonomi bisa bisa hancur. Sekarang saja berapa banyak pekerja/karyawan yang tidak tetap sudah dirumahkan” kata Syarif kepada Bisnisbanten.com.

Ia juga memaparkan, tingkat kunjungan masyarakat ke hotel dan restauran di Kota Cilegon, mengalami penurunan mencapai 40 persen dalam sepekan terakhir.
Terjadinya penurunan kunjungan menyusul adanya himbauan dari pemerintah terkait pencegahan virus Corona atau Covid 19.

“Meski begitu, jumlah pengunjung di sejumlah wisata di Kota Cilegon tidak separah yang dialami daerah lain,” pria yang gemar melakukan travelling dan olahraga sepeda ini. (AHR)