BPJS Ketenagakerjaan Kanwil Banten Inisiasi Program Vokasi Indonesia Bekerja

10

BISNISBANTEN.COM – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten mengajak 140 perusahaan yang ada di Banten, untuk bersama-sama menggarap program Vokasi Indonesia Bekerja. Program itu nantinya akan menciptakan pekerja-pekerja yang di PHK untuk dibekali keahlian tertentu, sesuai dengan kemampuannya.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengatakan, pihaknya menginginkan agar terciptanya sumber daya manusia yang terampil, dan memiliki keahlian khusus, dan mampu berbahasa asing sesuai program pemerintah melalui program vokasi.

“Pekerja-pekerja yang di PHK ini kan banyak. Jadi melalui program vokasi, mereka kita bina, kita bangun ekositemnya, supaya mereka terbina,” ujar Krishna kepada awak media, usai acara Sosialisasi Vokasi BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten Tahun 2019, di salah satu hotel di Kelapa Dua, KabupatenTangerang, Selasa (5/11).

Banten menjadi perhatian khusus selain DKI Jakarta, untuk pelaksanaan program vokasi Indonesia bekerja ini. Khishna menambahkan, paling tidak, sampai akhir tahun 2019, sedikitnya 1.000 pekerja yang di PHK di wilayah Provinsi Banten, dapat mengikuti program Vokasi.

“Kami berharap 1.000 pekerja yang di-PHK di Banten ini dapat kami bina dalam program vokasi, paling tidak hingga akhir Desember tahun ini. Sekarang infrastruktur kita siapkan, kita ingin modul-modulnya juga sesuai dengan ekspektasi masyarakat,” katanya.

Melalui program vokasi, diharapkan dapat menciptakan keahlian-keahlian yang dibutuhkan oleh industri yang ada di Provinsi Banten. “Bahkan kalau bisa, dapat memenuhi kebutuhan industri global, menjadi pekerja-pekerja imigran di berbagai negara. Karena banyak sekali negara-negara di dunia yang membutuhkan pekerja asal Indonesia, tetapi dengan catatan memiliki keahlian khusus,” imbuh Khrisna.

Sementara, Deputy BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Banten Eko mengatakan, di Provinsi Banten terdapat puluhan ribu perusahaan, dengan lebih dari satu juga pekerja yang aktif (terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan) di masing-masing cabang. Dari 1,4 juta pekerja, setiap tahunnya ada pekerja yang non aktif atau di PHK.

“Kami berterima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan pusat yang telah membuat banyak program, ada jaminan hari tua, jaminan pensiun, jaminan kecalakaan kerja. Dan ada juga edisional benefit, yaitu pelatihan vokasi bagi yang di PHK. Ini tentu sangat baik sekali, karena dapat membuat masa depan pekerja yang di PHK tidak suram seperti yang bayangkan,” pungkas Eko. (AHR)