Lifestyle

Waspada! Telegram Jadi Sarang Penipu Viral

BISNISBANTEN.COM – Tengah viral di media sosial aksi penipu online yang semakin merajalela.

Modus penipuan pun kini sangat beragam dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi.

Cara lama di mana pelaku kejahatan akan menelpon korban dengan berpura-pura menjadi technical support untuk menipu calon korbannya mungkin mulai membosankan dan tidak lagi efektif dan efisien bagi scammer.

Advertisement

Berdasarkan hasil penelitian, diketahui bahwa aplikasi pesan instan Telegram kini telah menjadi sarang serangan siber dalam volume yang patut diwaspadai.

Penelitian menemukan jenis baru alat otomatisasi social engineering yang dapat mengekstrak One Time Password (OTP) dari pengguna.

Di Telegram terdapat banyak fitur yang dapat dimanfaatkan oleh penipu. Itu sebabnya kini Telegram menjadi sarang para penipu dan pelaku kejahatan lainnya.

Tak tanggung-tanggung, korban penipuan pun banyak sekali yang menjadi korban.

Advertisement

Biasanya, para penipu menggunakan bot-for-hire sebagai metode baru yang akan mengambil alih dunia social engineering.

Dengan bot semacam ini, menelpon korban dalam jumlah ratusan makin mudah, alhasil tindakan scamming lebih sederhana dan menguntungkan. Belum lagi penipuan dengan berkedok pekerjaan freelancer yang rupanya sedang digandrungi.

Para penipu berkedok pemberi pekerjaan yang bersarang di Telegram ini biasanya mempromosikan lowongan kerjanya di media sosial lain seperti TikTok, Instagram, hingga Facebook.

Setelah banyak yang tergiur dan bertanya-tanya, penipu biasanya akan mengalihkan calon korban ke Telegram grup atau pun chat pribadi.

Menurut Ng Yuan Siang dari firma hukum Eugene Thuraisingam LLP, peningkatan aktivitas kejahatan di Telegram bisa jadi paralel dengan peningkatan penggunaannya.

Channel dan grup publik di Telegram, yang bisa menampung hingga 200.000 orang, sangat mudah dicari melalui kotak pencarian di aplikasi tersebut. Ini yang menurut Ng semakin memudahkan pelaku kejahatan menjangkau audiens baru dibandingkan dengan platform berkirim pesan lainnya.

Hal lainnya yang membuat aplikasi Telegram jadi sarang penipuan ialah karena aplikasi tersebut memungkinkan penggunanya untuk tetap anonim dan menghapus data di dalam chat.

Penipu juga bisa langsung memblokir dan menghapus pesan antara korban dengan pelaku yang mana dengan sekejap obrolan tersebut akan hilang di kedua-duanya tanpa jejak.

Bahkan jika aparat memegang ponsel seseorang, dia tetap tidak akan bisa melihat pesan di dalamnya.

Selain itu, jika penipu di Telegram telah memakan korban, akan sulit untuk meminta Telegram bertanggung jawab atas aktivitas kriminal yang dilakukan di aplikasi mereka.

Oleh karenanya ditengah banyaknya kasus penipuan di Telegram, Anda harus berhati-hati dan tetap waspada. (Sarah)

Advertisement
LANJUT BACA