InsightInspirasi

Walaupun Tanggung Jawabnya Besar, Muhamad Andi Rosadi Lebih Memilih Fokus Menjalankan Bidang Ini!

BISNISBANTEN.COM – Keberadaan taman kanak-kanak sangat penting keberadaannya sebagai pintu masuk ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Ini yang menjadi salah satu alasan Muhamad Andi Rosadi mendirikan PAUD Riyadul Arsyaka di perumahan Sukawana Asri, Blok S 21, Kota Serang, Banten.

“PAUD ini Punya baru berjalan satu tahun, sudah ada kelas A dan B. Di sini belum ada PAUD sedangkan banyak anak-anak,” jelas lulusan UIN SMH Banten Jurusan Pendidikan Agama Islam ini.

Andi menyadari, supaya para penghuni perumahan tidak jauh-jauh menyekolahkan anaknya ke luar komplek, maka ia dan sang istri mendirikan PAUD dengan memakai nama sang anak yakni Arsyaka. Kebetulan, kata lelaki yang disapa pak ustaz oleh para tetangganya ini, sang istri yang juga lulusan UIN SMH Banten memiliki basic mengajar anak-anak.

Advertisement

“Sekarang ada 13 siswa. Tahun besok yang daftar ada 17 siswa. Kami juga memiliki sekolah tahfiz Alquran,” jelas pemenang Pemuda Pelopor Disparpora Kota Serang 2021 ini.

Selain mendirikan TK, sudah tiga tahun ini Andi bergabung di Dompet Dhuafa (DD) di bagian pendidikan dan fokus di sekolah yakni SD Islam Kreatif di Kampung Gowok, Curug, Kota Serang, Banten. Letaknya kata Andi, tidak jauh dari DD Farm di samping KP3B.

“Di sekolah ini saya guru kelas 5 SD. Dan ini sudah empat tahun di sini,” tutur lulusan tahun 2017 ini.

Advertisement

Andi bilang, sebelum mendirikan PAUD, ia pernah memiliki beragam usaha mulai dari furniture, kitchen set, wallpaper, thai tea, keripik, tahu sumedang, sampai bekam.
Sekarang ia mengaku, fokus PAUD.

“Kalau soal tantangan, lebih menantang ngurusin PAUD karena tanggung jawab besar karena kalau salah didik, mau jadi apa mereka. Kalau usaha, bangkrut ya udah bangkrut untuk diri sendiri,” jelas Andi.

Rencana ke depan, Andi ingin memiliki gedung sendiri. Bukan cuma untuk gedung PAUD tapi ingin mendirikan panti. “Mudah-mudahan ada rejeki dan ada umur,” harap Andi. (Hilal)

Tinggalkan Komentar

Advertisement
Baca Selengkapnya

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.