Info BisnisOtomotif

SPBU Indostation Mobil, Ini Jenis Apalagi? Menjamur dan Dimana-mana Ya Bun

BISNISBANTEN.COM – Sejak beberapa bulan ini SPBU mini berlabel Indostation Mobil mudah ditemukan di mana-mana.

Menjamurnya mini SPBU ini di satu sisi memudahkan pengguna kendaraan mendapatkan bahan bakar yang terjamin kemurniannya namun di sisi lain membuat pertamini-pertamini memiliki saingan.

Yuk cari tahu SPBU Indostation Mobil ini sebenarnya usaha seperti apa?

Advertisement

Asal tahu, Indostation merupakan usaha kerjasama bagi hasil yang ditujukan untuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam hal penjualan bahan bakar (SPBU) dan suku cadang sepeda motor.

Indostation ini menyokong dan mendukung UMKM yang ingin mengembangkan usaha di bidang otomotif terutama sepeda motor melalui sistem pendampingan yang dilakukan baik dari segi manajemen dan keselamatan operasional SPBU mini, perbengkelan dan penjualan suku cadang yang didukung dengan sistem IT yang terintegrasi.

Usaha ini merupakan kerjasama anak usaha Salim Grup, PT Indomobil Prima Energi dengan perusahaan Amerika Serikat, ExxonMobil. Sebelumnya ExxonMobile ini sukses di hulu migas terutama di Indonesia.

ExxonMobil ini operator dari Lapangan Banyu Urip, Blok Cepu. Kini, perusahaan ini ingin mengulang kesuksesannya dengan membangun SPBU.

Advertisement

ExxonMobil mengambil ceruk pasar sepeda motor dan memberikan harga menarik. Harga BBM 92R hanya Rp 9.800 per liter, sedangkan Pertamina untuk Pertamax Rp 9.850 per liter, lalu ada Shell Super Rp 10.250 per liter, dan BP 92 seharga Rp 10.800 per liter.

Vice President Public and Government Affair ExxonMobil Indonesia Erwin Maryoto pada salah satu wawancara menerangkan, BBM yang dijual ExxonMobil adalah jenis BBM non-subsidi RON 92, setara dengan Pertamax.

Kehadiran ExxonMobil di lini usaha ini, setelah Shell dan BP AKR masuk ke bisnis ritel distribusi BBM tanah air. ExxonMobil mulai menggarap pilot project SPBU mini sejak akhir 2018.

SPBU mini ini menyasar daerah-daerah yang tidak terjangkau SPBU komersil seperti di daerah perkotaan. Saat ini SPBU mini ExxonMobil sudah tersebar sebanyak 40 titik di sekitar Purwakarta, Karawang, Cikarang, dan Pandeglang.

Untuk membuka usaha ini, biaya investasi SPBU mini ExxonMobil ditawarkan cukup terjangkau, yakni sekitar Rp65 juta – Rp85 juta. Fasilitas yang didapat yaitu konstruksi, instalasi listrik, dan perizinan. Biaya tersebut disesuaikan dengan lokasi dan luas lahannya.

Selain itu, calon mitra juga perlu menyiapkan biaya sebesar Rp 40 juta untuk deposit pasokan BBM dan suku cadang. Biaya deposit ini bersifat refundable, artinya jika kerjasama telah selesai, biaya tersebut bisa dikembalikan. Jadi total modal yang perlu disiapkan calon mitra sekitar Rp 110 juta – Rp 140 juta, dengan catatan calon mitra sudah memiliki lahan sendiri.

Sistem kemitraan ini bebas franchise fee untuk tiga tahun pertama. Minimal luas lahan yang harus disiapkan calon mitra, sebesar 200 meter persegi. (Hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.