Info BisnisKeuangan

Semester I-2022, Laba Adaro Naik 338 Persen

BISNISBANTEN.COM — PT Adaro Energy Indonesia Tbk (BEI: ADRO) hari ini menyampaikan laporan keuangan untuk periode enam bulan yang berakhir pada tanggal 30 Juni 2022 (1H22). Sesuai praktik yang dilakukan perusahaan setiap tahunnya, KAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan (firma anggota jaringan global PriceWaterhouse Cooper) melaksanakan tinjauan terbatas terhadap laporan keuangan 1H22. Umumnya, perusahaan mencapai kinerja yang baik dengan profitabilitas yang ditopang oleh harga batu bara yang melebihi ekspektasi, sehingga EBITDA operasional naik 269% y-o-y menjadi $2.339 juta dari $635 juta. Perusahaan meningkatkan marjin EBITDA operasional sebesar 2545bps y-o-y menjadi 66,1% dari 40,6%, karena harga jual rata-rata (ASP) naik 117% dan volume penjualan naik 7%.

Presiden Direktur dan Chief Executive Officer Adaro Energy Indonesia  Garibaldi Thohir mengatakan, Semester pertama 2022 adalah semester yang sangat kondusif untuk harga, sehingga mendorong pendapatan menyentuh rekor-rekor tertinggi dalam sejarah perusahaan. Hal ini dipicu oleh gabungan berbagai faktor yang terjadi dalam kurun waktu yang singkat, mulai dari cuaca tak menentu yang mengakibatkan kenaikan permintaan bagi produkproduk kami, sampai kelangkaan pasokan yang belum juga teratasi akibat masalah pengadaan alat berat dan cuaca buruk di wilayah-wilayah tambang secara global.

Lebih lanjut, dampak terbesar disebabkan risiko geopolitis dari Eropa. Pendapatan, EBITDA dan laba bersih kami mencapai rekor tertinggi kinerja semester pertama sejak perusahaan pertama kali melantai di bursa 14 tahun lalu. EBITDA operasional yang melebihi AS$2,3 miliar, dan laba inti yang mencapai AS$1,4 miliar setara dengan peningkatan masingmasing 269% dan 338% y-o-y, yang mencerminkan kualitas laba perusahaan. Laba yang sangat tinggi akan membantu kami untuk memberikan dukungan finansial terhadap transformasi Grup Adaro di tahun-tahun mendatang karena kami melakukan investasi besar pada energi terbarukan, pengembangan kawasan industri hijau terbesar dunia, dan mendiversifikasi semakin jauh dari batu bara termal.

Advertisement

Kinerja Keuangan

Laba periode ini, tidak termasuk komponen non operasional setelah pajak (amortisasi properti pertambangan, penilaian pajak tahun sebelumnya, rugi derivatif instrumen keuangan, rugi penurunan nilai pinjaman kepada pihak terafiliasi, pemulihan penyisihan piutang usaha, rugi penurunan nilai aset tetap, rugi penurunan nilai investasi pada perusahaan patungan dan provisi biaya dekomisioning).

EBITDA tidak termasuk penilaian pajak tahun sebelumnya, rugi derivatif instrumen keuangan, rugi penurunan nilai pinjaman kepada pihak terafiliasi, pemulihan penyisihan piutang usaha, rugi penurunan nilai aset tetap, rugi penurunan nilai investasi pada perusahaan patungan.

Adaro Energy Indonesia mencatat rekor tertinggi EBITDA operasional dan laba inti pada 1H22, yang masing-masing naik 269% dan 338% y-o-y menjadi $2,34 miliar dan $1,45 miliar, berkat harga dan penjualan yang tinggi; ADRO bertahan di posisi yang kuat untuk mencapai target produksi FY22.

Advertisement

• EBITDA operasional ADRO naik 269% menjadi $2.339 juta dari $635 juta year on year (y-o-
y) karena harga dan produksi masing-masing naik 117% dan 6% y-o-y. Harga jual rata-rata (ASP) pada 2Q22 naik 135% y-o-y.

• Royalti yang dibayarkan kepada Pemerintah Indonesia bersama dengan beban pajak penghasilan meningkat 315% menjadi $1.207 juta dari $291 juta pada periode yang sama di tahun lalu.

• Laba inti 1H22 mencapai $1.447 juta, atau setara dengan kenaikan 338% y-o-y berkat harga yang sangat tinggi dalam sejarah akibat peristiwa-peristiwa geopolitis dan efisiensi operasional yang dilakukan secara berkesinambungan.

• Perusahaan menghasilkan $1.040 juta arus kas bebas pada 1H22, yang setara dengan kenaikan 221% y-o-y walaupun belanja modal naik 111% menjadi $157 juta.

• Posisi keuangan ADRO tetap sehat dengan posisi kas bersih $770 juta, dan posisi total kas naik 86% y-o-y menjadi $2,2 miliar dari $1,2 miliar.

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com