Keuangan

OJK : Penyaluran Kredit di Banten Capai Rp150 Triliun

BISNISBANTEN.COM — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan, meski masih dalam masa pandemi, penyaluran kredit di Banten secara umum masih tumbuh 10,28 persen, atau sebesar Rp150,39 triliun. Meskipun secara year to date peningkatannya belum signifikan yaitu hanya sebesar 0,67 persen.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Manajemen Strategis, EPK dan Kemitraan Pemerintah Daerah OJK Regional 1 Jakarta dan Banten, Sabarudin. Ia mengatakan, rasio Non Performing Loan (NPL) alias kredit macet juga masih terjaga 2,27 persen pada posisi Agustus 2020.

Dana Pihak Ketiga (DPK) yang terdiri dari giro, tabungan, dan deposito sebesar Rp188,85 triliun juga masih positif dengan pertumbuhan sebesar 9,5 persen, year on year (yoy). Sedangkan year to date juga masih mengalami peningkatan yang cukup baik. 

“Berdasarkan data bulan Agustus 2020 penyaluran kredit di Provinsi Banten apabila dibandingkan dengan posisi yang sama di tahun 2019 masih mengalami pertumbuhan. Fungsi intermediasi perbankan baik dalam penyaluran kredit maupun penghimpunan dana pihak ketiga masih terjaga, meskipun dalam masa pandemi covid-19 ini,” kata Sabarudin kepada para Wartawan Ekonomi, Bisnis, dan Pariwisata Provinsi Banten melalui webinar, Jumat (6/11).

Pihaknya menyoroti penyaluran kredit kepada sektor UMKM pada bulan Agustus 2020 yang mengalami kontraksi sebesar 3,33 persen year on year, sebesar Rp42,8 triliun akibat pandemi covid-19.

Kemudian sektor ekonomi perdagangan besar dan eceran yang merupakan portofolio kredit terbesar di Banten mengalami penurunan kredit sebesar 10,85 persen. Sementara untuk sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya dan hiburan malah tercatat mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 147,21 persen.

“Stabilitas sektor jasa keuangan di Provinsi Banten tidak lepas dari adanya kebijakan relaksasi restrukturisasi kredit yang sudah dikeluarkan OJK. Bahkan, OJK memperpanjang stimulus tersebut sampai dengan Maret 2022. Ini diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi,” terangnya.

Sabarudin mengungkapkan, menurut data BPS Banten, perekonomian di Bumi Jawara secara umum terkontraksi 5,77 persen pada triwulan III tahun 2020 ini. “Sedangkan restrukturisasi pembiayaan Lembaga Keuangan  Mikro (LKM) dan Bank Wakaf Mikro (BWM) hingga 31 Agustus masing-masing mencapai Rp26,44 miliar untuk 32 LKM dan Rp4,52 miliar untuk 13 BWM,” pungkasnya. (Haris)

 

Advertisement
LANJUT BACA