Keuangan

OJK Edukasi Wartawan Banten Tentang Keuangan

BISNISBANTEN.COM — OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten memberikan Edukasi Keuangan dengan kepada rekan-rekan wartawan di Provinsi Banten. Kegiatan yang digelar secara virtual ini mengusung tema “Digitalisasi Keuangan di Selctor Jasa Keuangan, Perlindungan Consumen di Era Digital, Waspada Investasi dan Pinjaman Online Ilegal”.

Acara ini dihadiri Kepala OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten Dhani Gunawan Idat, Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK selaku Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L.Tobing, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Banten Rian Nopandra, Deputi Direktur Dokumentasi, Informasi, dan EPK Kantor OJK Regional 1 DKIJakarta F.A. Purnama Jaya.

Kepala OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten Dhani Gunawan Idat mengungkapkan, OJK Regional 1 DKI Jakarta dan Banten mengapresiasi kerja sama yang baik bersama Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Banten atas terselenggaranya kegiatan ini. Hal ini menjadi momentum sinergi antara OJK dengan media sebagai mitra penting dalam menyampaikan informasi, kebijakan, dan edukasi keuangan kepada masyarakat khususnya di Provinsi Banten dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Pepatah mengatakan “berat sama dipikul ringan sanna dijinjing”, artinya jika tugas dan pekerjaan dilakukan bersama-sama melalui kolaborasi dan sinergi tentunya akan lebih mudah, cepat, dan memberikan hasil yang optimal.

Advertisement

“Semoga setelah diselenggaraRannya kegiatan ini, Bapak/ Ibu wartawan mendapatkan pemahaman yang komprehensif tentang sektor jasa keuangan sehingga dapat bermanfaat pada saat Bapak Ibu wartawan akan menuliskan informasi dan berita mengenai sektor jasa keuangan untuk dipublikasikan kepada masyarakat luas. Selanjutnya, dalam rangka menjaga silaturahmi dan mempermudah koordinasi mengenai publikasi kegiatan OJK, kebijakan yang dikeluarkan dan informasi lainnya tentang sektor jasa keuangan, kami akan membentuk VNiatsapp Group antara OJK Regional 1 dengan media di Provinsi Banten,” katanya.

Menurutnya, Otoritas Jasa Keuangan merupakan lembaga independen yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang NOITlOr 2 1 Tahun 2011 yang memiliki fungsi dan tugas untuk melakukan perigaturari dari pengawasan di Sektor Jasa Keuangan yaitu Perbankan, Pasar Modal, Asuransi, Lembaga Pembiayaan, Pergadaian, Dana Pension, Fintech P2P dan lembaga keuangan formal lainnya, serta perlindungan kepada konsumen dan masyarakat. Oleh sebab itu, OJK diberikan amanat oleh Undang- Undang tersebut untuk memastikan industri jasa keuangan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“OJK dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan terselenggara secara teratur, adil transparan dan akuntabel, mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, serta mampu melindungi kepentirıgan Konsumen dan masyarakat,” katanya.

Ia menuturkan, Otoritas Jasa Keuangan terus mempercepat pelaksanaan transformasi digital di sektor jasa keuangan untuk mendukung peningkatan inklusi keuangan masyarakat sehingga mendukung upaya Pemulihan Ekonomi Nasional dampak dari pandemi COVID- 19. Percepatan transformasi digital akan didukung upaya peningkatan keamanan data pribadi serta peningkatan literasi keuangan digital yang ditujukan untuk melindurigi kepentingan masyarakat. Kebijakan OJK dalam mempercepat pelaksanaan transformasi digital di sektor keuangan terfokus pada dra hal strategis, yaitu memberikan layanan dan produk yang cepat, murah dan kompetitif kepada masyarakat, serta memberikan kemudahan akses masyarakat yang unbnnknble termasuk para pelaku UMKM untuk dapat memanfaatkan produk dan layanan keuangan digital.

Advertisement

OJK telah menyiapkan delapan kebijakan strategis di tahun 2022 untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi Indonesia dengan terus mengoptimalkan sektor jasa keuangan agar dapat memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat. Delapan arah kebijakan strategis kebijakan OJK 2022 tersebut yaitu Mengantisipasi dampak risiko cliff effect dari normalisasi kebijakan dan potensi risiko perkembangan COVID- 19, Mendorongpercepatantransformasiekonomihijaudanmitigasirisiko perubahan iklim, Mendorong percepatan transformasi ekonomi digital, Meningkatkanefektivitasprograminklusikeuangandanperlindungan konsumen, Mendukung pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan sektor jasa keuangan syariah, Melanjutkan inisiatif perubahan proses bisnis pengawasan dari traditional approach ke arah pengawasan sektor jasa keuangan terintegrasi berbasis teknologi informasi, Melakukan percepatan reformasi Industri Keuangan Non Bank (IKNB), dan

Mengembangkan organisasi yang akuntabel, efektif dan efisien.
“OJK akan terus fokus pada penerapan program inisiatif keuangan berkelanjutan (sustninnble finnnce) melalui penerbitan ketentuan untuk memitigasi risiko perubahan  iklim  terhadap  industri jasa keuangan melalui  program  yang terintegrasi dan mendorong pengembangan sumber pembiayaan yang mendukung upaya mengatasi perubahan iklim menuju ekonomi rendah emisi karbon. (susi)

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com