Banten24

Lokasi Baru, Pasar Padarincang Lebih Rapi dan Tidak Menimbulkan Macet

BISNISBANTEN.COM — Sejak 1 Juli 2021 lalu, lokasi baru Pasar Padarincang resmi ditempati. Lokasi ini jauh lebih luas, representatif, rapi, dan yang terpenting tidak menimbulkan kemacetan seperti di lokasi sebelumnya.

Di lokasi baru ini ada 170 kios dan 218 los. Pasar Baru Padarincang memiliki empat Blok yaitu Blok A yang memiliki 35 bangunan kios dan 198 los, Blok B memiliki 80 bangunan kios, Blok C memiliki 60 bangunan kios, dan Blok D memiliki 20 los. Namun kios yang dipergunakan untuk para pedagang hanya 170 kios dari total 175 kios, sisanya akan digunakan seperti untuk kantor sekretariat pasar, ruang ibu menyusui, dan perbankan.

Rencananya untuk bangunan kios di Blok A yang berada di bagian depan akan digunakan untuk para pedagang emas, pedagang elektronik, pedagang kosmetik, dan UMKM yang menjual produk-produk lokal. Untuk bangunan kios di Blok A yang berada di bagian belakang akan ditempati untuk pedagang kelontong, warung nasi, dan warung nasi. Untuk los yang berada di Blok A rencananya akan ditempati pedagang tahu, tempe, dan sayuran.

Advertisement

Di Blok B dan Blok C karena pedagang pakaian melebihi delapan puluh pedagang, yang dua puluh lima ditempatkan di Blok C.

“Makanya Blok B itu diperuntukkan untuk pakaian, sandal, sepatu dan pedagang kitab,” ujar Budi Herlian Syah, Koordinator Pasar Rakyat Padarincang, dalam sebuah wawancara.

Untuk pedagang ikan basah ditempatkan di Blok D yang berisi 20 los.

Para pedagang lama di Pasar Lama Padarincang menempati bangunan baru di Pasar Baru Padarincang dengan sistem undian pada 15 dan 16 Juni.

Advertisement

Pengundian dilakukan sesuai zonanya. Misal zona pakaian atau zona sembako.

Para pedagang yang sudah terdata ini diberikan tengat waktu sampai satu bulan. Jika dalam satu bulan tidak berdagang di lokasi baru ini maka hak dagangnya di kios akan dicabut dan akan dilempar pada yang membutuhkan dengan sistemnya diundi lagi.

Pasar Baru Padarincang ini dijadikan sebagai pasar harian. Di tempat baru itu, para pedagang dikenakan tarif retribusi pelayanan pasar. Besarannya Rp2.000 untuk los per hari dan untuk kios akan dikenakan Rp2.500 per hari.

Pada hari pertama dibuka, Pasar Padarincang ramai pengunjung. Banyak juga pedagang yang menempati kios dan los. Para pedagang sudah tiba di pasar pukul 06.00 WIB dan rata-rata membuka kios sampai pukul 14.00 WIB.

Menanggapi dibukanya pasar baru Padarincang ini, Endang Darmawan menangapi antusias.

“Karena lokasi baru ini, lokasi pasar lama di Padarincang jadi lebih enak, gak macet-macetan lagi,” jelas lelaki yang tinggal di Kampung Nengger, Desa Batukuwung ini.

Menurut Endang, di pasar lama Padarincang masih ada beberapa pedagang. Itu pun mereka yang belum kebagian lahan di pasar baru.

“Konon katanya (lokasi lama-red) itu bakal jadi terminal yang pasar yang dulunya,” kata Endang.

Endang berharap, relokasi ini juga disambut antuasias warga Padarincang lainnya. Supaya mereka tidak kembali lagi ke pasar yang lama yang kerap membuat macet, bukan hanya karena banyak pedagang yang membuka lapak di pinggir jalan tapi juga mobil parkir sembarangan di pinggir jalan. (Hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.