Banten24

Lakukan Pembenahan Internal Tangani Persoalan PJU

DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN SERANG

BISNISBANTEN.COM — Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Serang pada masa kepemimpinan Benny Yuarsa yang belum lama dilantik sebagai kepala dinas bertekad meningkatkan kinerja pegawai, sehingga berdampak terhadap peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Di antaranya melakukan pembenahan internal dari sisi Sumber Daya Manusia (SDM), penataan peralatan, teknis kerja, hingga pengaturan kegiatan dalam menangani setiap pelaporan, salah satunya laporan soal Penerangan Jalan Umum (PJU).

Benny mengatakan, realisasi pembangunan PJU di Kabupaten Serang saat ini sudah selesai melakukan proses penyusunan detail enginering design (DED) kegiatan pembangunan PJU, yang selanjutnya akan ditindaklanjuti dengan proses lelang pengadaan. Ada dua kegiatan pembangunan PJU tahun ini, terbagi atas pembangunan PJU Rayon Anyer dan Cilegon, kemudian Rayon Cikande dan serang.

“DED sudah selesai (pembangunan PJU-red), ini menjadi dokumen persyaratan pelelangannya dalam waktu dekat. Proses tahapan pelelangan dimulai di ULP (Unit Layanan Pengadaan Barang/Jasa). Pelaksanaan pelelangan diperkirakan satu bulan selesai, sehingga akhir September pekerjaan bisa dimulai,” tutur Benny saat ditemui Bisnisbanten.com di ruang kerjanya.

Advertisement
Kepala Dishub Kabupaten Serang Benny Yuarsa, ATD, M.Si

Lokasi pembangunan PJU, kata Benny, sudah ditentukan oleh konsultan tercantum di beberapa titik, termasuk spesifikasi dan hal lainnya. Benny pun menyebutkan, anggaran pembangunan PJU untuk Rayon Anyer dan Cilegon dialokasikan anggaran sebesar Rp700 juta. Sementara pembangunan PJU Rayon Cikande-Serang anggarannya sebesar Rp2,2 miliar. Untuk kebutuhan pembangunan PJU berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) minimal sebanyak 420 titik per tahun.

“Kalau anggaran memadai bisa dipasang lebih dari itu,” ujar Benny.

Menurut Benny, kerusakan pada peralatan elektronik seperti PJU tidak bisa diprediksi dengan berbagai macam sebab akibat, di antaranya akibat hujan badai atau petir dan sebab lainnya meski baru terpasang. PJU di Kabupaten Serang yang dipasang diperkirakan sekira 10 ribu titik dan minimal harus menyiapkan anggaran pemeliharaan sekira 30 persen. Kondisi saat ini di atas 40 persen PJU yang rusak dan harus diperbaiki.

“Pengaduan kerusakan banyak sekali, daftar tunggu pemeliharaan juga cukup panjang. Tapi karena keterbatasan anggaran sehingga pemeliharaan atau perbaikan belum bisa kita lakukan. Kita pilah mana prioritas yang ditangani, dikaitkan dengan keamanan dan keselamatan itu yang lebih dulu ditangani,” terang Benny.

Ada berbagai kerusakan PJU, disebutkan Benny, mulai laten lampu habis, gangguan jaringan kabel karena tertimpa pohon putus, peralatan balaz kontaktor harus diganti. Banyak kasus per kasus berbeda di setiap ada pengaduan, ada juga satu jaringan hanya mcb turun, terus kita datang naikin hidup lagi. Selama bisa ditangani walaupun tidak ada anggaran kita semaksimal mungkin,” tegas Benny.

Saat ini juga, lanjut Benny, pihaknya sedang mencoba mengalokasikan anggaran kegiatan Studi Inventarisasi PJU yang terpasang dan dibutuhkan. Benny berharap, dari hasil studi diketahui berapa jumlah riil PJU yang terpasang dan dibutuhkan di Kabupaten Serang, serta berapa PJU yang rusak. Sehingga ke depan diketahui berapa yang dibutuhkan dan belum terpasang.

“Sekarang keluhan soal PJU merata di semua kecamatan, terutama momen tertentu hari libur nasional, baik libur Idul fitri, Idul Adha, atau Nataru di lokasi wisata diprioritaskan diperbaiki. Jadi, pada saat masyarakat banyak mengunjungi wisata, kondisi lampu sudah mendukung melakukan kegiatan wisata,” jelas Benny.

Untuk itu, tambah Benny, pihaknya saat ini sedang berupaya melakukan pembenahan kinerja internal, baik dari sisi SDM, penataan peralatan, teknis kerja, hingga pengaturan kegiatan dalam menangani pelaporan akan ditata kembali sehingga semuanya tertata, dimana targetnya ketika setiap ada laporan kerusakan tidak terlalu lama bisa langsung diperbaiki. Menurut Benny, dibutuhkan kemauan dan keinginan dari semua personel dalam meningkatkan kinerja.

“Kita akan tata dan arahkan, serta berikan berikan petunjuk agar personel bekerja bisa lebih efektif dan efisien, sehingga kita bisa menangani seluruh permasalahan dan pengaduan yang tidak terlepas dari dukungan anggaran. Mudah-mudahan kondisi keuangan Pemda mulai normal kembali sehingga pengajuan anggaran dari kami untuk perbaikan PJU bisa terealisasi,” harapnya. (adv)

Advertisement
bisnisbanten.com