InspirasiYoungpreneur

Diva Natasya, Kreativitas Tanpa Batas di Tengah Pandemi

BISNISBANTEN.COM – Pandemi tidak membatasi seseorang untuk berkreativitas. Begitu pula halnya dengan Diva Natasya yang membuka jasa konsultasi tugas sekolah.

Bermula kira-kira Desember tahun lalu, usaha mandiri di bidang jasa ini idenya muncul begitu saja.

Remaja yang baru saja merayakan usia 17 tahun pada Maret lalu terpikir menyodorkan solusi bagi teman-temannya yang kesusahan mengerjakan tugas sekolah di masa pandemi.

Advertisement

“Awalnya aku tuh suka banget nulis tangan pokoknya paling seneng kalo udah ngerangkum,” cerita Zetizen Icon 2022 ini.

Sampai suatu saat Diva merasa gabut di rumah aja.

“Jadi kebetulan ada temen bilang banyak tugas dan aku inisiatif bantu. Ini buat ngisi waktu karena belum ada banyak kegiatan. Terlintas aja kenapa gak buka jasa konsultasi PR buat temen-temen yang butuh bantuan,” cetus Diva yang menekuni dunia modelling ini.

Bagi yang tertarik memanfaatkan jasanya, Diva hanya memasang tarif anak sekolah.

Advertisement

Diva mengaku, dari menyedikan jasa ini pernah juga loh meraup cuan lumayan.

Ditanya siapa saja yang menjadi pelanggan konsultasi Diva dalam menyelesaikan tugas sekolah yang tak kunjung selesai ini? Diva bilang, hanya teman satu sekolah.

“Kalau yang beda sekolah gak ada. Tapi lebih banyak mahasiswa,” tuturnya.

Tentu saja usaha jasa ini tidak berjalan mulus. Selalu ada kendala. Misalnya jika sedang ada kegiatan sementara ada yang membutuhkan jasanya, di saat ini pula Diva merasa kekurangan waktu.

Solusinya, Diva memenej waktu sebaik mungkin. Saat memiliki banyak waktu luang, ia akan menyelesaikan pekerjannya.

Mengerjakan tugas adalah hal menjemukan bagi beberapa pelajar dan mahasiswa, tapi bagi Diva adalah hal menyenangkan. Tak heran jika remaja satu ini merasa enjoy menyediakan waktu untuk konsultasi dengan teman-teman sebaya perihal tugas sekolah.

Waaah good job Diva! (Hilal)

Advertisement
LANJUT BACA

Hilal Ahmad

Pembaca buku-buku Tereliye yang doyan traveling, pemerhati dunia remaja yang jadi penanggung jawab Zetizen Banten. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2006.