Info Bisnis

Berkinerja Baik, Bank bjb Diminta Ekspansi Bisnis

BISNISBANTEN.COM — Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Bank bjb berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,69 triliun. RUPST sendiri berlangsung Ballroom The Trans Luxury Hotel, Bandung, Jawa Barat, Selasa (6/4).

Dengan perolehan laba yang meningkatkan dan dinilai pemegang saham berkinerja baik ini, Bank bjb diminta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk melakukan ekspansi bisnis. Salah satunya dengan membuka jaringan agar lebih luas dan berkembang. Ini diungkapkan pria yang akrab disapa Kang Emil usai menghadiri RUPST

“Pada 2020 ini, kami minta Bank bjb untuk ekspansi bisnis ke beberapa provinsi seperti NTB, NTT, dan lainnya,” katanya.

Advertisement

Seperti diketahui, pada 2020 lalu, Bank bjb memperoleh laba bersih sebesar Rp1,69 triliun. Dari laba ini, ada sekitar Rp960 miliar yang dibagikan kepada pemegang saham di Jawa Barat dan Banten. Deviden ini juga akan dibagikan kepada kabupaten kota yang memiliki saham di Bank bjb.

Ia menilai, Bank bjb memiliki kinerja yang baik dan bahkan di tengah pandemi Bank bjb tetap ada pertumbuhan dan laba yang diberikan juga mengalami kenaikan sekitar 16 persen dari tahun sebelumnya.
“Pertumbuhan dan kinerja ini menjadikan Bank bjb terbaik di Indonesia karena banyak perbankan yang mengalami penurunan, tetapi Bank bjb tetap tumbuh,” katanya.

Direktur Utama Bank bjb Yuddy Renaldi mengungkapkan, sesuai dengan arahan pemegang saham, Bank bjb berencana melakukan ekspansi pada 2020 ini ke NTB, Bangka Belitung, dan lainnya. Saat ini, Bank bjb tengah melakukan pengajuan ke OJK terkait pembukaan kantor jaringan baru.
“Kita rencananya buka di NTB karena ingin mengaet market di sana dan ada KEK Mandalika, kemudian baru Bangka Belitung. Terkait investasi yang dibutuhkan, Bank bjb tengah menghitung jumlahnya,” katanya.

Ia menambahkan, Bank bjb memperoleh laba kotor sebesar Rp2,13 triliun, tetapi karena pajaknya cukup besar jadi laba bersihnya mencapai Rp1,69 triliun.
“Ini hasil laba yang bagus karena hampir Rp1,7 triliun,” katanya. (susi)

Advertisement

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com