Banten24

Belasan Pengawas TPS di Kabupaten Serang Kelelahan, 1 Meninggal Dunia

BISNISBANTEN.COM – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Serang pada penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 ini berduka. Belasan Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) mengalami sakit akibat kelelahan, bahkan salah satunya dikabarkan sampai meninggal dunia.

Seperti disampaikan Komisioner Bawaslu Kabupaten Serang Ari Setiawan yang menerima laporan sementara jajarannya bahwa ada sekira 15 PTPS yang jatuh sakit akibat ke lelahan. Bahkan, Ari juga menerima kabar satu PTPS di TPS 13, Desa Cikeusal, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang bernama Supardi meninggal dunia. Ari memastikan, pihaknya akan memberikan santunan kepadA PTPS yang meninggal dunia.

“Sekarang ini kita sedang urus bersama teman-teman Kesekretariatan Bawaslu Kabupaten Serang (terkait korban kelelahan dan meninggal-red),” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Kamis (15/2/2024).

Advertisement

Katanya, data PTPS yang kelelahan ada di bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Kabupaten Serang dan tercatat ada sekira 15 orang mengalami sakit akibat kelelahan dan 1 orang dinyatakan meninggal dunia.

Ditegaskan Ari, pihaknya bersama Pemerintah Daerah (Pemda) sudah menyiagakan tenaga medis dari Puskesmas saat pelaksanaan pencoblosan Pemilu. Disinggung soal keluhan yang dialami PTPS yang kelelahan, Ari mengaku belum mengetahuinya.

“Yang pasti, kami hari ini sedang terpukul, saya gak bisa komentar banyak,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Serang Furqon yang menjenguk PTPS yang meninggal di RSUD dr Dradjat Prawiranegara (RSDP) Kota Serang untuk mengurus administrasi korban membenarkan soal belasan PTPS yang sakit akibat kelelahan dan satu dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan informasi yang diterima Furqon menceritakan jika peristiwa memilukan itu bermula saat pukul 24.00 WIB korban diminta beristirahat karena terlihat drop, tetapi kekeuh ingin menjaga TPS.

“Dia kekeuh, karena merasa tanggung jawab dia datang ke TPS untuk mengawasi. Bahasa dia, kalau hanya nunggu insya Allah kuat,” terangnya.

Namun, lanjut Furqon, sekira pukul 02.00 korban kembali drop sehingga langsung dilarikan ke klinik terdekat, tetapi informasi dari klinik korban langsung dirujuk ke RSDP lantaran berdasarkan informasi dari istrinya korban memiliki riwayat penyakit dalam yang membuatnya kerap muntah darah dan sudah setahun tidak melakukan kontrol ke dokter.

“Akhirnya, jam 09.30 WIB tadi menghembuskan nafas terakhir (di RSDP-red),” ungkapnya.

Hari ini (Kamis, 15/2/2024-red), kata Furqon, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan di Kragilan. “Tugasnya di Cikeusal, tapi jenazah dibawa Kragilan, kemungkinan dia orang Kragilan,” jelasnya.

Terkait kondisi PTPS lainnya, diakui Furqon, mengalami kelelahan. Bahkan, kata Furqon, ada beberapa PTPS di Kabupaten Serang juga yang pingsan, seperti di Bojonegoro, serta ada juga yang dilarikan ke klinik hingga Puskesmas. Kondisi itu, diakui Furqon, sempat menjaid kekhawatiran jajarannya lantaran saat melakukan simulasi berlangsung sampai pukul 03.00 WIB.

“Kekhawatiran kami terjawab, sudah ada korban ini,” ujarnya.

Kat Furqon, pihaknya juga sudah mengimbau PTPS agar istirahat full H-1 hingga diminta ke Puskesmas untuk berkonsultasi terkait kesehatan untuk persipan pengawasan.

“Rekrutmen PTPS sebenarnya dibatasi, ada minimal maksimal. Ini masih muda, jadi kami minta doanya, karena dia pejuang demokrasi. Atas kejadian ini negara harus hadir,” katanya.

Furqon memastikan, pihaknya memastikan pembiayaan rumah sakit semua korban.

“Nanti ada santunan kita ke rumah duka juga. Yang lain belum ada informasi lagi, baru informasi yang dibawa ke klinik sama Puskesmas,” pungkasnya. (Nizar)

Advertisement
bisnisbanten.com