Regulasi

Bank Indonesia Kenalkan Manfaat GPN

BISNISBANTEN.COM — Bank Indonesia resmi meluncurkan kartu Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau National Payment Gateway (NPG). Peluncuran kartu ini bertujuan untuk mempermudah transaksi pembayaran di dalam negeri.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan pembayaran nasional ini akan membuat perbankan saling interkoneksi. Selama ini, dia menilai sistem pembayaran di Indonesia begitu kompleks dan terlalu banyak Anjungan Tunai Mandiri (ATM).

“Transaksi ATM, debit, dan kredit lebih dari 10 ribu transaksi per menit. Tentu dengan ini (kartu GPN) akan lebih lancar dan sistem pembayaran kita itu harus terfragmentasi,” kata Agus saat meluncurkan produk GPN di Kantor Bank Indonesia, Kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (4/12).

Advertisement

Untuk mencapai sasaran tersebut, bank sentral juga telah menerbitkan peraturan Bank indonesia No 19/8/PBI/2017 dan peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 19/10/PADG/2017 tentang gerbang pembayaran nasional.

Menurut Agus, kebijakan ini akan membuat sharing infrastruktur sehingga utilitasi terminal ATM dan EDC dapat meningkat. Hasilnya biaya investasi infrastruktur dapat dialihkan untuk kegiatan pembiayaan pinjaman. Hal ini akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Sebagai awal keberadaan GPN, kata Agus, masyarakat akan diperkenalkan terlebih dahulu dengan kartu ATM/debet dengan logo nasional yang digunakan untuk transaksi di dalam negeri. Dengan penggunaan logo tersebut, kartu ATM/debet yang dimaksud dapat diterima dan digunakan luas oleh masyarakat.

Oleh sebab itu, kata Agus, BI juga meluncurkan logo resmi GPN dengan bergambar burung Garuda berwarna merah. Ia berharap dengan adanya GPN perlindungan konsumen juga akan semakin terjamin.

Advertisement

“Ini juga untuk meyakinkan perlindungan konsumen. Hari ini yang kita luncurkan juga ada lembaga standar, lembaga switching dan services, jadi infrastruktur itu terbangun, dan itu harus terhubung ke GPN,” jelasnya.

Adapun peluncuran gerbang pembayaran nasional ini ditandai dengan pendatanganan Perjanjian Konsorium (PK) pendirian lembaga services antar empat bank buku 4, dan empat lembaga switching GPN.

Penandatanganan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara serta direksi perbankan BUMN maupun swasta. (GAG/NUA)


Penulis : Wirda Garizahaque
Editor : Nurzahara Amalia

Advertisement
LANJUT BACA