Perbankan

Bank Indonesia Berpartisipasi Dalam Kerja sama RIMBLA

BISNISBANTEN.COM — Bank Indonesia dan Bank for International Settlement (BIS), bersama dengan bank sentral negara lain di kawasan Asia dan Pasifik, yaitu Bank Negara Malaysia (BNM), Hong Kong Monetary Authority (HKMA), Monetary Authority of Singapura (MAS), Central Bank of Chile, dan People’s Bank of China (PBC) kerja sama Renminbi Liquidity Arrangement (RMBLA) pada hari ini (25/6), yang diinisiasi oleh BIS, organisasi internasional kerja sama antara bank sentral.

RMBLA dikembangkan dengan tujuan untuk menyediakan likuiditas kepada bank sentral yang berpartisipasi dari kawasan Asia-Pasifik melalui kumpulan cadangan skema. Setiap bank sentral yang berpartisipasi akan memberikan kontribusi sebesar RMB 15 miliar atau ekuivalen dalam dolar AS, dan ditempatkan di BIS.

Perjanjian ini ditandatangani oleh Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, General Manager BIS Agustin Carstens, Gubenur Central Bank of Chile Rosanna Costa, Gubernur BNM Tan Sri Nor Shamsiah Mohd. Yunus, Chief Executive HKMA Eddie Yue, Managing Director MAS Ravi Menon, dan Gubernur PBC Yi Gang di sela-sela rangkaian sidang tahunan BIS di Basel, Swiss.

Advertisement

“Kerja sama RMBLA akan menjadi salah satu penopang likuiditas yang dapat dimanfaatkan ke depan pada saat terjadi volatilitas di pasar keuangan”, demikian disampaikan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo. Kerja sama ini juga memperkuat kerja sama keuangan antara Bank Indonesia dan BIS yang diharapkan dapat kontribusi pada keuangan di kawasan.

Informasi selengkapnya juga dapat dilihat pada laman website Bank for International Settlement. (Susi)

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com