Banten24

4 BUMDesma UPK LKD di Kabupaten Serang Peraih WTP Diapresiasi Mendes PDTT

BISNISBANTEN.COM – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Republik Indonesia Abdul Halim Iskandar mengapresiasi empat Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) Unit Pengelola Keuangan (UPK) Lembaga Keuangan Desa (LKD) di Kabupaten Serang yang meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) hasil audit Kantor Akuntan Publik (KAP).

Mendes PDTT menyerahkan langsung hasil audit KAP untuk lima BUMDesma UPK LKD di Kabupaten Serang kepada Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah di Pendopo Bupati, Selasa (11/6/2024). Kelima BUMDesma UPK LKD itu, meliputi BUMDesma UPK LKD Ciruas, Ciomas, Padarincang, Bojonegara, dan BUMDesma UPK LKD Mancak. Dari lima BUMDesma yang diaudit KAP Tri Bowo Yulianti, yakni empat berhasil meraih opini WTP dan satu meraih opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Dalam konferensi pers di hadapan awak media Abdul Halim mengapresiasi keempat BUMDesma dari Kabupaten Serang yang meraih opini WTP dari KAP. Selain di Kabupaten Serang, disebutkan Abdul Halim, ada juga BUMDesma yang diaudit KAP lainnya di Kabupaten Bojonegoro, Pasuruan, dan Kabupaten Malang, dimana ketiganya meraih opini WTP.

Advertisement

”Saya datang ke sini tujuan utamanya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap Pemerintah Kabupaten Serang, terutama Ibu bupati yang telah berhasil mengkonsolidasi BUMDesma LKD,” ungkapnya.

Dijelaskan Abdul Halim, BUMDesma UPK LKD merupakan transformasi dari UPK Eks Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan yang berjalan sampai 2014, tetapi belum mempunyai badan hukum atau payung hukum yang jelas. Namun, saat ini BUMDesma memiliki payung hukum yang pasti setelah keluarnya Undang-undang Omnibus Law.

”Setelah itulah kita terus memvalidasi sampai pada tahapan audit oleh akuntan publik,” terangnya.

Abdul Halim mengaku bangga, di Kabupaten Serang lima dari 27 BUMDesma UPK LKD diaudit KAP dan 4 BUMDesma UPK LKD di antaranya meraih Opini WTP.

Advertisement

”Ini sangat luar biasa. Kabupaten Serang paling berhasil se-Indonesia, bukan hanya se-Pulau Jawa. Mengapa? Karena di Jawa Timur sudah ada yang audit, tetapi satu kabupaten cuma satu BUMDesma. Jadi se-Jawa Timur itu baru tiga kabupaten, Bojonegoro, Pasuruan, dan Malang,”ungkapnya.

Sementara di Kabupaten Serang, lanjut Abdul Halim, terdapat lima BUMDesma di satu kabupaten. Atas informasi itu, Abdul Halim mengaku berkeinginan untuk datang dan menyerahkan langsung hasil audit KAP dan memberikan apresiasi kepada Bupati Serang beserta jajaran Pemkab Serang dan para Direktur BUMDesma. Abdul Halim berharap, percepatan dan kecepatan juga terus dilakukan, serta berharap di Kabupaten Serang lahir bank desa yang merupakan sebuah usaha perbankan yang dilakukan atas kerjasama antar BUMdesma bersama LKD, dimana BUMDesma khusus menangani lembaga keuangan desa.

“Kalau nanti BUMDesma se-Kabupaten Serang ini melakukan audit, mereka berhak untuk mendapatkan kredit,” jelasnya.

Untuk mendapatkan kredit, kata Abdul Halim, termasuk ada kebijakan dari pemerintah pusat meliputi Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Koperasi dan UKM, BUMN yang berhak mendapatkan support dari pemerintah. Terlebih, jika berkolabrasi bersama-sama membentuk Bank Desa dengan pendampingan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Saya meyakini, sangat luar biasa dampaknya bagi kepentingan peningkatan perekonomian masyarakat desa. Karena apa! Ini menukik langsung pada lokus,” tandasnya.

Di tempat yang sama, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyampaikan terima kasih kepada Menteri dan jajaran Kementerian PDTT beserta Dirjen.

”Ini jawaban penantian kami para pengurus UPK Eks PNPM dengan jajaran Pemda Serang yang di 2014 UPK BUMDesma tidak dilanjutkan programnya,” ucapnya.

Kata Tatu, adapun beberapa tahapan yang dilakukan dalam rangka menuju audit exsternal BUMDesma LKD oleh KAP yang telah dilakukan, dengan melakukan pelatihan laporan keuangan dengan pembiayaan secara mandiri masing-masing BUMDesma. Sedangkan untuk narasumber, pihaknya juga mengundang dari Tim PK Stan pada Maret 2023. Terkait harapan Mendes PDTT, menurut Tatu, akan menjadi cikal bakal terbentuk Bank Desa. Tatu meyakini, BUMDesma yang saat ini berbadan hukum bisa mengakses secara bantuan keuangannya.

”Insya Allah, ini akan makin menjadi besar dan menjadi sandaran usaha-usaha mikro yang ada di Kabupaten Serang. Terima kasih Pak Menteri, Bu Dirjen, dan jajaran Kemendes. Mohon terus dukungannya dan arahan Pak Menteri kepada kami,” pinta politisi Partai Golkar ini.

Sekadar diketahui, pertemuan dengan Mendes PDTT RI juga dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Serang Bahrul Ulum, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Serang Nanang Supriatna, Asisten Daerah (Asda) 3 Kabupaten Serang Ida Nuraida, Inspektur Inspektorat Kabupaten Serang Rudi Suhartanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Haryadi, dan sejumlah Camat. (zai)

Advertisement
LANJUT BACA

Nizar Solihin

Hobi musik, olahraga, dan traveling. Berjiwa solidaritas, pekerja keras, totalitas dan loyalitas tanpa batas. Motto 'Selalu Optimis'. Bergelut di dunia jurnalistik sejak 2013