Ekonomi

2022, BI Banten Proyeksikan Ekonomi Tumbuh 5-5,5 Persen

BISNISBANTEN.COM — Pada 2022 mendatang, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten memproyeksikan perekonomian tumbuh 5-5,5 persen. Ini diungkapkan Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja saat sambutan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 di Lantai 4 Surosowan, KPw BI Banten, Curug, Kota Serang, Rabu (24/11).

Proyeksi pertumbuhan ekonomi di Banten ini lebih tinggi dari nasional yakni sebesar 3-4,3 persen. Sementara pada tahun ini, ekonomi Banten diperkirakan tumbuh hingga akhir rahun sebesar 4-5 persen.

Menurutnya, setidaknya ada empat hal yang akan menjadi kunci dalam pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten pada 2022 mendatang karena pertumbuhan ekonomi tentunya perlu didukung dengan kebijakan daerah penyempurnaan bisnis proses secara dan ekosistem. Keempat kunci tersebut antara lain  memanfaatkan momentum produktif dengan memberikan perhatian penuh terhadap peluang peningkatan aktivitas perekonomian sebelum aspek lapangan pekerjaan dan meningkatkan peluang lainnya. Ini dapat ditempuh antara lain dengan optimalisasi kekuatan ekonomi karena itu optimalisasi industri pengolahan di Banten ini perlu diperkuat dengan pengembangan industri Petrokimia yang di Hulu sampai ke hilir.
“Ini sejalan dengan riset yang telah kami lakukan industri kimia di Banten berpotensi meraih nilai tambah bagi peningkatan aktivitas dunia usaha penciptaan lapangan kerja guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang semakin kuat lebih lanjut berikutnya produktif juga bisa diraih dari digitalisasi dan korporatisasi hal ini mampu memberi akses yang lebih luas untuk masuk dalam suatu ekosistem yang terintegrasi dengan pengaturan,” katanya.

Advertisement

Kunci kedua yakni upaya mendorong digitalitasi sehingga perlu menanamkan di berbagai lapisan masyarakat. Saat ini, setelah terbentuk TP2DD dan implementasinya semakin meningkat dan UMKM yang semakin banyak masuk ke pasar global ini. “Ini merupakan langkah awal yang perlu kita kembangkan bapak ibu semua kunci pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Kunci ketiga yakni penguatan hubungan penguasaan hubungan industrial keberadaan investor relation serta upaya penyempurnaan regulasi yang menghambat dan juga perbaikan layanan publik. Ini menjadi jalan bagi perbaikan sistem. Investasi dan pembangunan mengalami pertumbuhan dan investasi sejatinya harus memberikan implikasi positif bagi ekspor dan juga penyerapan tenaga kerja terus bergerak naik.
“Ini perlu menjadi perhatian bagi terciptanya produk yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi,” katanya.

Keempat adalah mendorong peningkatan kompetensi SDM dan juga penguatan sektor pendidikan dengan sektor industri termasuk memperluas pengembangan program advokasi oleh sektor industri. Langkah keempat ini tentunya dilandasi pada program yang kuat untuk menyiapkan SDM Banten yang memiliki daya saing sebagai sebuah program yang berkelanjutan,” katanya.

Advertisement
Tinggalkan Komentar

Advertisement
LANJUT BACA

Susi Kurniawati

Wartawan bisnisbanten.com